Panglima TNI Pasti Berpolitik, Tetapi Politiknya Adalah Politik Negara

SHARE:

Panglima TNI Pasti Berpolitik, Tetapi Politiknya Adalah Politik Negara
Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo
Apa Yang Kau Cari Jenderal Gatot?
Diganti Sebelum Habis Masa Pensiun dan Merdekanya Gatot Usai Jabat Panglima TNI
Mantan Menkopolhukam: Soal Pembelian 5000 Pucuk Senjata, Tak Mungkin Panglima TNI Bicara Ngawur

CILEGON, SUARADEWAN.com — Panglima TNI pasti berpolitik, tetapi politiknya adalah politik negara. Hal itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat acara tabur bunga di perairan Selat Sunda dalam gladi bersih HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten, Selasa (3/10).

“Bukan politik praktis. Saya tidak berfikir menjadi panglima apa pun juga, tetapi yang jelas sebagai panglima, saya harus melaksanakan tugas saya sebagai konstitusi. Politik saya politik negara,” kata Gatot.

Baca juga  Panglima TNI: Pelibatan TNI dalam RUU Terorisme Sangat Penting

Baca juga:

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) itu turut menyinggung sisa masa tugasnya yang hanya tinggal enam bulan. Dia mengaku harus menyiapkan kader-kader terbaik agar solid antar matra TNI, masyarakat dan yang paling penting meningkatkan kesatuan komando. “Sehingga TNI selalu dalam posisi netral dalam politik praktis, ini yang penting,” ujarnya.

Baca juga  Panglima TNI Sebut Isu SARA Rentan Dimanfaatkan Negara Lain

Gatot menyampaikan bahwa sekarang ini TNI berada dalam berbagai survei sebagai institusi yang paling dipercaya rakyat. Menurutnya ini adalah kerja estafet dari para pemimpin dan prajurit TNI, mulai dari kondisi terpuruk hingga seperti sekarang. (REP)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS