Milenial: Tempat Kerja Nyaman Lebih Penting Ketimbang Gaji Besar

SHARE:

Milenial: Tempat Kerja Nyaman Lebih Penting Ketimbang Gaji Besar
Ilustrasi (net)
Viral, Video ’40 Detik Akhirnya Kami Memilih Rusmadi-Safaruddin Membanjiri Generasi Millenial Kaltim
Eks Ketua HMI: Generasi Milenial Penentu Kualitas Demokrasi di Indonesia
Jokowi Ketemu Konglomerat Milenial, PD: Bagus, Asal Tidak Ada Bau Politik
Progress 98 ; Millenial itu Dekat dengan Perkembangan Zaman Rugi Kalau Golput
Serap Aspirasi Generasi Mileneal, Rusmadi Sambangi Tongkrongan Anak Muda Samarinda

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Country Manager JobStreet.com, Faridah Lim, mengungkapkan sebuah fakta unik terkait karakter generasi milenial di dunia kerja. Menurut dia, besaran gaji tidak selalu manjadi dasar pertimbangan bagi generasi milenial untuk ‘betah’ di satu tempat kerja.

“HRD itu stress hadapi milenials karena yang dicari bukan gaji. Itu daya tarik utama. Tapi kalau tidak challenge (mereka akan pindah),” kata dia, di Jakarta, Kamis (13/12).

Hal yang justru dicari milenial adalah pengalaman serta kenyamanan dalam bekerja. Generasi milenial bisa saja bertahan di suatu tempat kerja yang menurutnya nyaman meskipun gaji yang dia terima tak begitu besar.

Baca juga  Jokowi Ketemu Konglomerat Milenial, PD: Bagus, Asal Tidak Ada Bau Politik

“Kalau dapat gaji yang besar tapi kalau monoton, tidak nyaman, tidak fleksibel, itu juga membuat mereka tidak lama,” jelas dia.

Dia menambahkan, saat ini sebagian besar pekerja dengan status fresh graduate masih menerima gaji dengan standard UMR. Beberapa bisa memperoleh gaji yang lebih tinggi, dengan catatan pekerja yang bersangkutan memiliki skill dan kemampuan khusus yang dibutuhkan perusahaan.

Baca juga  Viral, Video '40 Detik Akhirnya Kami Memilih Rusmadi-Safaruddin Membanjiri Generasi Millenial Kaltim

“Dari sisi perusahaan sudah sangat comply dengan UMR pemerintah. Jika milenial¬†untuk umum maka gaji masih sebatas UMR, yang memiliki skill general. Jika punya skill khusus, misalnya programmer, dari universitas terkemuka itu bisa tinggi. Yang berkemampuan generik itu misalnya Rp 4 juta. Yang mempunyai ketrampilan khusus bisa Rp 7 juta,” tandasnya.¬†(mer)

COMMENTS