Menikah dengan WNA Begini Syaratnya

SHARE:

Menikah dengan WNA Begini Syaratnya
BKPP Kota Tangsel Terus Pantau Para Pegawai Selama Bulan Suci Ramadhan
Dindikbud Kota Tangerang Selatan Siap Sukseskan PPDB 2018
Survei Charta Politika: DPR Masih Dicap Buruk Meski Kinerja Membaik
Pemilu Paruh Waktu AS: Republik Menangi Senat, Demokrat Kuasai DPR
Implementasi Regulasi Kurang Baik, Retribusi Serta Pajak Parkir Belum Maksimal di Tangsel

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jika umur sudah dewasa dan sudah merasa siap menanggung kehidupan rumah tangga, maka tak ada salahnya anda segera menikah. Selain sebagai anjuran agama, menikah juga baik dimata hukum positif Indonesia. Namun, stigma menikah yang begitu ribet dan terbelit-belit membuat banyak bujang untuk mengurungkan niatnya melangsungkan jenjang pernikahan.

Nah, untuk urusan syarat-syarat tentu masing-masing budaya beda-beda, tapi di hukum negara tentu semua harus diseragamkan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam hukum nikah kita.

Apakah menikah masih ribet? Bagi Warga Negara Indonesia yang hendak menikah dengan Warga Negara Asing tentu saja harus mengikuti persyaratan yang berlaku, baik persyaratan negara si WNA dan persyaratan di negara sendiri. Banyak hal yang harus dipersiapkan sejak dini, termasuk memenuhi sejumlah syarat wajib untuk melaksanakan pernikahan itu sendiri. Tapi untuk yang hendak menikah sesama Warga Negara Indonesia (WNI) mungkin bisa dilaksanakan dalam waktu yang cukup cepat, lantaran persyaratan yang tak begitu rumit.

Namun ada kendala juga bagi pasangan yang menikah beda negara WNI-WNA, hal ini tentu saja harus disesuaikan dengan negara masing-masing calon pengantin ini. Oleh karena itu, anda yang ingin melaksanakan pernikahan beda negara tak mesti buru-buru dulu, alangkah baiknya persiapkan dulu secara matang, termasuk proses menyelesaikan dokumen, waktunya, dan berbagai persiapan lainnya. Jangan sampai undangan sudah tersebar, gedung sudah dipesan, catering sudah fix tapi kelengkapan seperti dokumen belum selesai.

Pengurusan berbagai dokumen pernikahan antara WNA dan WNI membutuhkan waktu yang cukup panjang, tergantung pada cepatnya kinerja kantor masing-masing kedutaan dan juga pengurusan imigrasi. Yang jelasnya persiapkan semua dokumen terlebih dahulu sebelum yang lain-lain dilakukan.

Baca juga  Bareskim Polri Bongkar Perdagangan Orang Modus Umroh

Nah ini dia syarat-syarat yang harus anda penuhi :

Bagi yang ingin menikah secara resmi di KUA oleh kedua pasangan WNI dan WNA, ini yang perlu dipersiapkan oleh kedua mempelai sebagai berikut :

  1. Dokumen yang Dibutuhkan di KUA, yakni berupa surat N1, N2, dan N4. Hal ini bisa diurus dengan mengikuti beberapa tahap di bawah ini:
  • Mendatangi ketua RT setempat, di mana salah satu pasangan (WNI) tersebut berdomisili dan meminta surat pengantar ke kelurahan. Pastikan surat tersebut telah ditandatangani dan distempel oleh RT dan RW sebelum dibawa ke kantor kelurahan.
  • Surat yang diatas diantar ke kelurahan. Lampirkan fotokopi KTP, akte lahir, dan juga kartu keluarga. Kemudian surat N1, N2, dan juga N4 di proses oleh orang Kelurahan dan selanjutnya diproses di Kecamatan untuk ditandatangani dan distempel oleh Camat.
  • Lalu mendatangi kantor KUA, hendaknya semua dokumen kembali di cek dan disiapkan diantaranya :
  • Dari pihak WNI:
  • Formulir N1, N2, dan N4 dari Kelurahan dan Kecamatan
  • Surat keterangan belum / tidak menikah yang ditandatangani oleh RT dan RW.
  • Fotokopi KTP.
  • Formulir N3 dari KUA (surat persetujuan mempelai yang harus ditandatangani oleh kedua mempelai)
  • Kartu Keluarga.
  • Akta Kelahiran.
  • KTP orang tua.
  • Buku nikah orang tua (jika Anda merupakan anak pertama).
  • Pasfoto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar).
  • Data 2 orang saksi pernikahan, berikut fotokopi KTP yang bersangkutan.
  • Prenup (perjanjian pra nikah).
  • Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir.
  • Sementara Dari pihak WNA:
  • CNI (Certificate of No Impediment) atau surat izin menikah di negara lain yang dikeluarkan dari kedutaan calon suami / istri.
  • Fotokopi akta kelahiran.
  • Fotokopi ┬ákartu identitas (KTP) dari negara calon suami / istri.
  • Fotokopi paspor.
  • Surat keterangan domisili (alamat calon suami / istri saat ini).
  • Pasfoto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar).
  • Surat keterangan mualaf (jika agama sebelumnya bukan Islam).
Baca juga  Dua Tahun di Suriah, Eks Simpatisan ISIS ini Beri Pengakuan Mengejutkan ! ! !

Nah, semua dokumen WNA semua yang berbahasa asing harus diterjemahkan lagi ke bahasa Indonesia. Dan hindari memberikan semua dokumen yang asli ke pihak KUA, cukup sertakan dokumen yang dibutuhkan.

  1. Biaya Pernikahan di KUA

Nah biaya pernikahan telah diatur dalam PP No. 48 Tahun 2014 yang berlaku mulai 7 Juli 2014, dalam PP ini menyatakan bagi pasangan calon penganten biaya pernikahan di KUA adalah Rp0 (nol) / gratis. Namun yang melakukan pernikahan diluar kantor KUA atau di luar jam kerja KUA, maka ada biaya yang dikenakan sebesar Rp600.000,- (enam ratus ribu rupiah).

Pembayaran biaya nikah ini bisa dilakukan melalui tranfer bank yang telah ditentukan, yakni:

Bank Mandiri Nomor Rekening: 1030006226746

Bank BNI Nomor Rekening: 0346138083

Bank BRI Nomor Rekening: 023001002788304

Setelah semua proses diatas dilakukan maka pernikahan di KUA bisa dilakukan dengan mudah, jika mengikuti berbagai prosedur yang telah ditetapkan sejak dini. Dengan begitu, kedua pasangan bisa mendapatkan Buku Nikah dan tercatat secara otomatis di catatan sipil.

COMMENTS