Mengapa Hizbut Tahrir Terlarang di Banyak Negara Islam?

SHARE:

Mengapa Hizbut Tahrir Terlarang di Banyak Negara Islam?
Dukung NKRI Berasas Pancasila, KH Maimoen Zubair: Khilafah Sudah Mati
Mahfud MD: HTI Jangan Macam-Macam dengan NKRI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sampai hari ini, eksistensi Hizbut Tahrir (HT) masih jadi perbincangan serius. Pasca pelarangan HT Indonesia oleh pemerintah, muncul pertanyaan mendasar, apa sebenarnya yang jadi alasan mendasar organisasi HT ini jadi terlarang?

Merujuk kasusnya di banyak negara, HT hampir tidak dimungkinkan keberadaannya, pergerakan atau aktivitasnya apalagi. Bahkan di negara yang notabene dikuasai oleh pemimpin dari partai islamis, seperti Turki atau Mesir misalnya, pelarangan HT tetap saja jadi fakta.

Alasan pelarangan HT lebih kepada visi-misinya sendiri. Meski organisasi ini memperjuangkan khilafah, sebuah sistem pemerintahan politik yang berpihak pada hukum Islam, yang mestinya diakomodir di negara-negara bercorak Islam, tetapi visi itu sendiri melampaui batas-batas negara, bangsa, juga bahasa.

Hal inilah yang kemudian menjadi asalan mendasar mengapa HT harus digolongkan sebagai organisasi terlarang. Dengan visinya mendirikan khilafah, HT jelas bisa menggerus legitimasi pemerintahan yang ada.

Alasan lainnya, karena gerakan HT sendiri terkesan ambivalen. Di satu sisi, HT sangat melarang penggunaan kekeraan untuk mencapai tujuan politiknya. Tetapi di sisi lain, HT sendiri justru kerap melakukan aksi brutal itu.

Tak ayal kiranya jika di negeri berpenduduk mayoritas Islam sekalipun HT menelan pil pahit berupa pelarangan. Seperti di Arab Saudi, aktivitas HT dilarang. Persebaran terbitan-terbitan karangan penulis yang berafiliasi dengan HT pun demikian.

Di Mesir, semasa pemerintahan Gamal Abdul Nasser (1958-1970), HT resmi dilarang. Baru di masa pemerintahan Sadat (1970-981), aktivitas HT terpaksa bergerak di bawah tanah.

Di Pakistan, tahun 2004, HT pun terlarang melalui proses yudisial. Meski setahun kemudian larangan tersebut dicabut, tapi pada 2012, pelarangan kembali diberlakukan. Bahkan belakangan, HT resmi dibubarkan, berikut menahan para aktivisnya secara besar-besaran.

Pun demikian halnya di Bangladesh. HT yang berdiri di wilayah ini pada tahun 2000, dilarang setelah 9 tahun beroperasi. HT diduga telah terlibat dalam percobaan kudeta yang dilakukan beberapa mantan militer maupun yang aktif.

Di Turki pun demikian. Pasca HT berencana menggelar konferensi khilafah, pihak otoritas akhirnya memenjarakan ratusan aktivis dan simpatisannya. (ms)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow