Memalukan, Tiga Anggota DPRD Mempawah Ditangkap Polisi Main Judi di Ruang Fraksi

SHARE:

Memalukan, Tiga Anggota DPRD Mempawah Ditangkap Polisi Main Judi di Ruang Fraksi
Foto tiga orang anggota DPRD Mempawah dan barang bukti yang di amankan anggota Satreskrim Polres Mempawah, Kamis (11/5/2018)
Berniat Lerai Keributan, Anggota Polisi Tewas Dibacok
Ini Pengakuan Pembacok Pakar Telematika ITB
Polri Sebut Perampokan Bersenjata Ganggu Psikologis Masyarakat

MEMPAWAH, SUARADEWAN.com — Satuan Reserse Kriminal Polres Mempawah mengamankan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, karena diduga melakukan tindak pidana perjudian, Kamis (10/5/2018).

Ketiganya ditangkap saat bermain judi jenis remi box di salah satu ruang fraksi kantor DPRD di Jalan Raden Kusno, Mempawah.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengungkapkan, ketiga orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial ED (43), HA (48) dan EP (53). Selain mengamankan ketiga tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kartu remi box dan uang tunai senilai Rp 3,6 juta

Baca juga  Berniat Lerai Keributan, Anggota Polisi Tewas Dibacok

“Ketiganya ditangkap saat tengah asyik bermain judi kartu remi boks di ruang kantor fraksi,” ujar Nanang, Jumat (11/5/2018).

Saat ini ketiganya masih ditahan pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya.

Terkait tertangkapnya 3 orang anggota dewan tersebut, Pj Ketua DPRD Kabupten Mempawah, Indaryani menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Saya atas nama pimpinan DPRD mohon maaf kepada seluruh masyarakat kabupaten Mempawah atas kejadian yang telah terjadi,”ujarnya, Jumat (11/5/2018) malam.

Ia mengaku sangat menyayangkan apa yang terjadi tidak seharusnya dilakukan oleh anggota DPRD yang harusnya menjadi panutan bagi masyarakat.

Baca juga  Video: Kejahatan Jenis Baru, 'Tuyul' Curi Uang Nasabah di ATM

“Saya ikut merasa sangat prihatin dan menyanyangkan atas kejadian ini yang tidak semestinya terjadi bagi anggota DPRD,”jelas pim[inan DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia mengatakan kejadian tersebut adalah kesalahan pribadi masing-masing lantaran terjadi diluar jam dinas. Saat mendengar informasi ini,  ia juga mengaku tengah berada diluar daerah.

“Kejadian ini bersifat personal atau  pribadi karena dilakukan di luar jam kerja,”imbuhnya.

Ia juga berharap dengan kejadian ini, masyarakat tidak resah dan bijak untuk memilah informasi yang beredar.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS