WP-MagOne-728x90

Masyarakat Semarang Tolak Kedatangan Aktivis Ormas Anti Pancasila HTI Felix Yanuar Siauw

SHARE:

Masyarakat Semarang Tolak Kedatangan Aktivis Ormas Anti Pancasila HTI Felix Yanuar Siauw
Aktivis HTI Felix Yanuar Siauw.
Lagi, Kampanye Khilafah HTI Mendapat Penolakan Dari Masyarakat
GP Ansor dan Banser NU Bubarkan Aksi HTI

SEMARANG, SUARADEWAN.com –  Masyarakat kota Semarang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam lima orgaisasi kemasyarakatan sepakat menyatakan penolakan atas rencana kedatangan aktivis dan penceramah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Felix Yanuar Siau, karena dianggap bisa menyebarkan dampak negatif bagi masyarakat semarang.

Pasalnya, organisasi HTI tempat Felix Siau bernaung merupakan organisasi yang getol menyerang sistem demokrasi dan Ideologi pancasila yang dianut oleh Indonesia, bahkan mereka bertekad ingin mengganti bentuk NKRI menjadi kekhalifahan seperti yang mereka khayalkan.

Karena penentangan HTI terhadap Pancasila dan NKRI sudah yang terindikasi kuat, maka pemerintah saat ini tengah melakukan proses pembubaran terhadap organisasi transnasional yang berpusat di Kerajaan Inggris tersebut.

Rencana kedatangan aktivis HTI Felix Siauw ke Semarang atas undangan dari Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) itu mendapat respon keras dari masyarakat Semarang yang tergabung dalam  GP Ansor, Patriot Garda Nasional (PGN), PMII Semarang, Ganaspati dan IPNU.

Mereka menolak kedatangan Felix Siau yang rencananya akan mengisi dua agenda acara yaitu halal bihalal di Masjid At Taufiq, Jalan Durian Raya, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (9/7), dan acara milad ke 63 YBWSA di Universitas Sultan Agung (Unisulla) Kota Semarang, Senin (10/7).

“Intinya kami tidak setuju Felix Siauw datang ke Semarang, karena latar belakangnya yang tidak sejalan dengan NKRI,” kata Komandan Banser GP Ansor Suharmanto.

Hal senada juga disampaikan sekretaris Patriot Garda Nasional, Choirul Anwar. Menurut Choirul, HTI tempat Felix Siauw mengabdi adalah ormas yang selalu menyampaikan propaganda yang merusak kerukunan. Karena itu mereka menolak kedatangan Felix supaya kerukunan di Semarang tetap terjaga.

“HTI bagian dari ormas yang selalu menyampaikan propaganda-propaganda yang justru merusak kerukunan itu sendiri. Pemerintah juga sudah melarangnya dan akan membubarkan melalui pengadilan. Bagi kami Kota Semarang selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan rukun. Untuk itu, kami menolak kedatangannya di Kota Semarang,” ungkap Choirul.

Terkait penolakan itu, Polrestabes Semarang kemudian memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak yakni kelompok masyarkat Semarang penolak Felix Siauw dan pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung yang mengundang Felix Siauw.

Pertemuan itu dilangsungkan secara tertutup dan dimediasi oleh Kasat Intelkam Polrestabes AKBP Ventie Bernard Musak dan Kapolsek Genuk Kompol Eko Heru di Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Sutomo, Kota Semarang, Jumat (7/7).

Hasil dari mediasi itu pihak yayasan BWSA yang diwakili oleh ketua yasasan Hasan Toha Putra mengaku setuju untuk membatalkan undangan mereka pada aktivis HTI tersebut. Dalam kesempatan itu Hasan juga mengklarifikasi isu bahwa ia bukan simpatisan maupun donatur HTI Semarang.

“Usai dilakukan mediasi, kami menerima saran dari Kasat Intel dan pertimbangan yang lain, agar kehadiran ustaz Felix Siauw dalam acara kami ditangguhkan,” kata Hasan Toha. “Saya juga ingin meluruskan, bahwa saya bukan simpatisan maupun donatur HTI Kota Semarang, seperti yang dikabarkan dalam pesan berantai yang tersebar,” sambungnya. (za)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow