Mantan PM Pakistan Dilempar Sepatu saat Pidato

SHARE:

Mantan PM Pakistan Dilempar Sepatu saat Pidato
mantan Perdana Menteri Pakitan Nawaz Sharif
Pemilu Malaysia: Mengapa Mahathir Berjaya, Najib Tumbang?
Ini 5 Negara Teratas Dalam Indeks Demokrasi Dunia, Indonesia?
Negara Surga Pajak Ini Lakukan Reklamasi Demi Sediakan Lahan Untuk Miliarder

LAHORE, SUARADEWAN.com- Sebuah sepatu tiba-tiba melayang ke arah mantan Perdana Menteri Pakitan Nawaz Sharif di Lahore. Saat itu PM Sharif tengah dalam sebuah acara di kampus setempat. Insiden ini terjadi satu hari setelah kelompok ekstremis yang menyerang Menteri Luar Negeri Pakistan Khwaja Asif dengan tinta yang dipaparkan ke wajahnya.

Sementara kejadian yang menimpa Sharif berlangsung saat dirinya menjadi tamu kehormatan di Kampus Jamia Naemia, Ghari Shahu Lahore. Saat Sharif berjalan di podium, seorang siswa melempar sepatu ke arahnya dan mengenai bahu serta telinga mantan PM Pakistan itu.

Bahkan siswa itu berhasil mendekati Sharif dan menerikan sebuah slogan yang menandakan penolakan. Pihak keamanan pun berhasil menahan siswa itu dan juga rekan-rekannya yang lain. Kemudian kedua siswa dibawa ke pihak polisi dan pelaku pelemparan diketahui bernama Abdul Ghafoor, yang diketahui sebagai mantan dari seminari itu dan juga rekannya, Sajid.

Baca juga  Persekongkolan Pemerintah Malaysia

Meskipun terkena lemparan sepatu, Sharif tetap memberikan pidato dan tidak menyebut insiden memalukan tersebut. Partai yang berdasarkan agama, terutama Tehreek-e-Labbaik Pakistan menganggap partai PML-N,- tempat Sharif berpolitik,- bertanggungjawab karena mencoba mengubah klausa yang terkait dengan finalisasi Nabi Muhammad dalam konstitusi negara.

Sementara pada insiden yang dialami oleh MenluĀ  Khwaja Asif pada Sabtu 10 Maret 2018, polisi menyebutkan bahwa pelaku, Faiz Rasool, melakukan hal tersebut sebagai bentuk kemarahan kepada Partai PML-N. “Apa yang telah diubah telah melukai jutaan warga Pakistan, termasuk saya,” ujar Rasool, Senin (12/3).

Baca juga  Partai Rusia Bersatu Menang, Tingkat Partisipasi Pemilih Cuma 47%

Sebelumnya Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid terpaksa mengundurkan diri November lalu setelah ratusan pendukung Tehreek-e-Labbaik menginap di depan kantornya menuntut agar klausul itu diubah. Pengurus dan pimpinan sekolah Jamie Neemia, Allama Raghib Naeemi mengecam pelemparan sepatu terhadap Nawaz Sharif.

“Kami mengecam insiden itu dan akan melakukan penyelidikan. Islam mengajarkan untuk saling menghormati, mengutarakan perbedaan dengan cara ini sangatlah tidak pantas,” jelasnya. “Hubungan kami dengan keluarga Sharif tidak bisa diputuskan. Insiden ini merupakan bentuk konspirasi,” tegas Naeemi. (af)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS