Mantan Penasihat Keamanan AS Diminta Bocorkan Rahasia Trump-Rusia

SHARE:

Majalah Jerman Menghina Putin, Rusia Naik Pitam
AS Sebut Majelis Mujahidin Indonesia sebagai Teroris Global
Warga 6 Negara Muslim Ini Resmi Tidak Bisa Masuk AS

Donald Trump

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Penasihat Keamanan Amerika Serikat, Michael Flynn, menyatakan bersedia memberikan kesakian di depan Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kongres mengenai kemungkinan komunikasi tim kampanye Presiden Donald Trump dengan Rusia saat pemilu tahun lalu. Namun, sebagai syaratnya, ia meminta diberikan kekebalan di hadapan hukum.

Flynn, yang mengundurkan diri setelah dilaporkan sejumlah media melakukan pertemuan ilegal dengan Duta Besar Rusia untuk AS, meminta “jaminan kekebalan atas tuntutan hukum” sebagai imbalan atas kesaksiannya. Dia mengaku memiliki “cerita tersendiri” mengenai hubungan tim kampye Trump dengan Kremlin yang hendak diungkapkan.

“Jenderal Flynn memiliki kisah untuk diceritakan. Dan dia sangat ingin menceritakannya, ketika keadaan memungkinkan,” tutur pengacara Flynn, Robert Kelner, melalui sebuah pernyataan pada Jumat (31/3).

“Namun, tidak akan ada orang yang mau memberikan kesakisan di tengah situasi yang berpotensi tinggi untuk dipolitisasi tanpa ada jaminan terbebas dari penuntutan hukum yang tidak adil,” kata Kelner.

Permintaan kekebalan ini dilayangkan Flynn untuk menghindari pelanggran hukum yang telah ia lakukan. Kelner mengaku, pihaknya bersama Dewan Perwakilan AS tengah mendiskusikan kemungkinan tawaran ini.

Diberitakan The Guardian, Jack Langer, juru bicara ketua komite intelijen Dewan Perwakilan AS Devin Nunes, membantah klaim Kelner tersebut.

Langer menegaskan, Flynn tidak menawarkan negosiasi apapun kepada komite. Seorang anggota komite intelijen dari Partai Demokrat juga mengaku belum menerima laporan mengenai tawaran Flynn tersebut.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Kehakiman menolak berkomentar mengenai keinginan Flynn ini.

Flynn mundur dari kabinet Trump pada Januari lalu setelah kedapatan berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence mengenai pertemuan dan percakapannya dengan Duta besar Rusia Sergei Kislyak.

Flynn mengaku tak ada pembicaraan antara dirinya dan Kislyak mengenai sanksi tambahan yang dijatuhkan pemerintahan Barack Obama pada Desember lalu akibat peretasan Rusia dalam pemilu.

Padahal, sejumlah laporan mengungkap bahwa dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu bulan sebelum Trump dilantik, keduanya diduga kuat membicarakan kemungkinan penangguhan sanksi baru Washington kepada Kremlin itu.

Selain itu, Flynn juga dilaporkan mendapat bayaran sebesar US$68 ribu dari sejumlah perusahaan Rusia pada 2015 lalu. (ET)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS