Luhut: Pemerintah Berhemat, Baru Rp 566 Miliar dari Rp 855,6 Miliar Dipakai untuk KTT IMF

SHARE:

Luhut: Pemerintah Berhemat, Baru Rp 566 Miliar dari Rp 855,6 Miliar Dipakai untuk KTT IMF
Ketua Panitia Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia Luhut Pandjaitan yang juga Menko Kemaritiman
Jika Iran dan Amerika Serikat Berperang, Siapa yang Lebih Unggul?
Kontroversi Fiksi, Rocky Gerung: Saya Mau Selamatkan Istilah Itu
Natalius Pigai: Bendera Bintang Daud di Papua Tidak Merujuk pada Negara Israel
Politik ‘Syantik’ Prabowo Vs Jokowi
Bawaslu: Partai Hanura dan KPU akan Dimediasi Besok

NUSA DUA, SUARADEWAN.com — Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berhemat dalam menggunakan anggaran untuk Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) yang alokasinya Rp 855,6 miliar. Hingga saat ini dana yang dikeluarkan baru Rp 566 miliar.

“Dari total pagu anggaran yang dialokasikan APBN 2017/2018 itu, sampai hari ini kami menggunakan sekitar Rp566 miliar. Jadi kami betul-betul menghemat yang tidak perlu,” kata Luhut dalam konferensi pers persiapan Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Senin.

Selaku Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB, Luhut menjelaskan  anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk mengembangkan infrastruktur di Bali di antaranya perluasan apron Bandara Ngurah Rai dan pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, serta untuk menyambut para tamu dan delegasi.

Baca juga  Kubu Prabowo Minta Standar Kemewahan Pertemuan IMF Dikurangi

Pengembangan infrastruktur itu disebut Luhut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan sektor pariwisata Bali dan mengurangi kepadatan lalu lintas. “Dengan membangun underpass, sekitar 40 persen kepadatan lalu lintas berkurang,” kata dia.

Sementara perluasan apron bandara akan meningkatkan jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel di Bali dari sekitar 60 persen menjadi 70-80 persen.

Kehadiran peserta Pertemuan Tahunan IMF-WB yang mencapai 34.223 orang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dan menambah devisa yang masuk ke dalam negeri.

Baca juga  Pengamat: Kritik Amien Rais Soal Lahan Terkait Rasa Keadilan dan Kegundahan Masyarakat

Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dampak ekonomi secara langsung diperkirakan senilai Rp 5,9 triliun untuk pembangunan sejumlah infrastruktur yaitu underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana dan tempat pembuangan akhir sampah Suwung serta biaya operasional.

Sementara itu, diharapkan para tamu dan delegasi akan “menyumbang” devisa ratusan triliun rupiah untuk kebutuhan dan akomodasi mereka selama perhelatan yang diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018. (Sumber : Antara)

COMMENTS