LBH: Kasus Fiera Lovita Bentuk Kemunduran Demokrasi

SHARE:

LBH: Kasus Fiera Lovita Bentuk Kemunduran Demokrasi
Dari Makar sampai Balada Cinta
Dukung Pemblokiran Situs Anti-Pancasila, Komisi I DPR: Perlu Buat Program Kebangsaan

SUARADEWAN.com – Menanggapi soal kasus yang kini mendera Fiera Lovita berupa intimidasi, ancaman dan teror menyusul viralnya status kontroversialnya di media sosial, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menegaskan bahwa itu merupakan bentuk dari kemunduran demokrasi.

“Masalah yang dihadapi Fiera merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat,” terang Direktur LBH Padang Era Purnama Sari.

Era pun menghimbau kepada aparat kepolisian untuk memastikan keselamatan dan keamanan Fiera beserta keluarganya. Pemulihan secara psikososial, baik di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerja, harus segara dilakukan.

“Ormas yang melakukan pengancaman juga harus membuat surat terbuka agar menghentikan perundangan terhadap Fiera,” lanjutnya.

Menurut peneliti kejahatan siber (Cybercrime) Rony Saputra, tindakan yang dilakukan oleh Fiera di media sosial tersebut bukanlah tindakan yang tergolong dari cybercrime.

Bagi Rony, tidak ada unsur pelecehan terhadap pihak tertentu dari tindakan Fiera. Justru tindakan netizen yang melakukan perundangan terhadap dirinyalah yang jutru tergolong sebagai kejahatan siber.

“Jika mengacu pada UU ITE, perundangan yang dilakukan netizen terhadap Fiera setidaknya masuk tiga kategori, yakni penghinaan, menyebarkan kebencian, dan ancaman. Jika polisi mau serius, para pelaku itu yang harus dikejar,” ujar Rony yang juga merupakan Direktur LBH Pers Padang ini. (ms)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow