WP-MagOne-728x90

Polres Tangsel : Tindak Kriminal di Bulan Suci Ramadhan Menurun

SHARE:

Polres Tangsel : Tindak Kriminal di Bulan Suci Ramadhan Menurun
Dua Spesialis Ganjal Kartu ATM di Tangsel Berhasil Diamankan Polisi
Lakukan Persetubuhan dibawah Umur, Guru Home Schooling Tangsel Diciduk Polisi

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Kepolisian Resort Tangerang Selatan (Polres Tangsel), lakukan evaluasi hasil dari proses pengamanan tindak kriminal, selama bulan suci ramadhan. Sebab sebelumnya, tindak kriminal berupa tawuran antar remaja dengan membawa senjata tajam dinilai kerap terjadi dilingkungan masyarakat.

Kepada SuaraDewan.com Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, di tahun 2017 ini secara kuantitas jumlah kejahatan selama bulan ramadhan jauh menurun. Hal tersebut disebabkan oleh adanya tim Vipers sebagai unit mobile reaksi cepat, dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan tindak kejahatan di Kota Tangsel.

“Jadi secara kuantitas memang jauh menurun daripada tahun lalu, kemungkinan karena di Polres Tangsel telah dibentuk tim khusus untuk menangani kejahatan semacam ini,” kata AKP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, pada Rabu (05/7).

Menurut AKP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, tindak kriminal selama bulan Puasa di Wilayah Hukum Polres Tangsel cenderung lebih ke arah kenakalan remaja. Sebab, pelakunya kebanyakan adalah ber-status anak, dengan jenis kejahatan tawuran dan membawa senjata tajam.

“Tahun ini, selama bulan suci ramadhan ada sekira 12 kejahatan dengan 16 pelaku, 15 pelaku dibawah umur, dan 1 dewasa,” paparnya.

Akan tetapi, AKP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menambahkan, secara kualitas kejahatan yang ada di Kota Tangsel, lanjut Alexander, terjadi peningkatan proses penegakan hukum yang tidak terlepas dari keadaan sosiologis yang berkembang di bulan puasa tahun ini, dengan maraknya geng motor dibeberapa wilayah Kota besar seperti Jakarta Selatan, dan kota-kota lainnya, dan Tangsel merupakan satu-satunya daerah yang berani mendeklarasikan diri tidak ada geng motor diwilayah hukumnya.

“Alhamdulillah Polres Tangsel satu-satunya Polres yang berani mendeklarasikan bahwa tidak ada Geng Motor di wilayah hukumnya. Kami pun akan menindaktegas pelaku tawuran dan jenis kenakalan remaja lainnya dengan memberikan sanksi hukum kepada pelaku yang masih berstatus anak,” imbuhnya

Sebab menurutnya, sebagaimana yang kerap dilakukan wilayah hukum lain. Jika pelaku kejahatan adalah anak-anak akan dilakukan upaya Diversi dan atau Diskresi dengan dikembalikan kepada orang tua untuk dibina.

“Akan tetapi untuk wilayah Tangsel, penegakan hukum yang kami utamakan dan Alhamdulillah, tidak ada kejadian menonjol dengan akibat fatal di Wilayah Hukum Polres Tangsel,” pungkasnya. (fn)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow