Lakpesdam NU : Mestinya FPI Jadi Partai Saja

SHARE:

Lakpesdam NU : Mestinya FPI Jadi Partai Saja
GNPF-MUI Protes Perppu Ormas, FPI Siap Mendukung
Di Milad Ke-19 FPI, Anies Baswedan Serukan Kebhinnekaan dan Keadilan
Sambut Rizieq Shihab, Masa Tablig Akbar Padati Masjid Baitul Amal

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) baru saja menggelar diskusi bulanan dengan tema populisme, membaca kondisi nasional dan global.

Diskusi bulanan yang digelar di Gedung PBNU tersebut, menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, diantaranya, Peneliti Australian National University Greg Feally (ANU) dan Wakil Duta Besar Uni Eropa Charles-Michel Geurts.

Selain itu, kegiatan diskusi bulanan tersebut, dibarengi dengan launching Jurnal Tashwirul Afkar edisi 39 bertema Membendung Arus Sektarianisme.

Dalam pemaparan materinya, Peneliti Australian National University Greg Feally cenderung menyoroti pentingnya membangun gerakan islam moderat, seperti yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) dalam membendung arus sektarianisme.

“Saat ini, citra Indonesia di dunia internasional terpuruk karena dua hal, pertama, karena penolakan hak berekspresi. Kemudian yang kedua, karena sektarianisme menguat. Saya melihat, teman-teman NU berupaya membangun gerakan islam yang lebih moderat,” papar Greg Feally, pada Selasa (16/5).

Ditempat yang sama, Wakil Duta Besar Uni Eropa Charles-Michel Geurts, sedikit berbagi cerita perihal bagaimana populis di negara Eropa bisa bangkit dan seperti apa cara mengantisipasinya.

“Setiap upaya pemaksaan kehendak dan pendapat perlu dilawan, salah satunya dengan memperkuat demokrasi,” ujarnya.

Sementara, PO Divisi Riset dan Advokasi Lakpesdam PBNU Sa’duddin Sabilurrasad mengaku, dari diskusi bulanan yang kerap dilakukan, dapat membantu NU untuk menganalisis fenomena-fenomena terkini.

“Salah satu fenomena terkini, yakni gerakan-gerakan yang dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI). Saya pikir, seharusnya gerakan yang dimotori FPI menjadi partai saja. Berkompetisi dengan partai lain, ikut Pemilu. Sebab dengan begitu, aspirasinya bisa disalurkan melalui jalur yang benar dan konstitusional, tidak berserakan di jalan dan tergantung dengan tanggal cantik” tegas Sa’duddin Sabilurrasad (fn).

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS