Lagi-Lagi PKI Dijadikan Alat Sebar Hoax Akibat Kebencian Akut

SHARE:

Lagi-Lagi PKI Dijadikan Alat Sebar Hoax Akibat Kebencian Akut
Screenshot Postingan akun Facebook Nunik Wulandari Dwi.
Pemilik Akun Facebook ini Diburu Polisi Karena Sebar Hoax Terkait Serangan Mapolda Sumut
Polisi Pastikan Surat Perintah Pengaman Rizieq Shihab di Bandara Soetta Hoax

JAKARTA, SUARADEWAN.com –  Warganet sempat heboh dengan postingan facebook akun Nunik Wulandari Dwi yang menyatakan bahwa warga Gunung Kidul menemukan dokumen organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam postingan itu Nunik mengatakan bahwa gerakan bawah tanah PKI sudah beraksi. Ia mengklaim bahwa warga Gunung Kidul menemukan DVD dan VCD yang berisikan rencana PKI menculik ulama-ulama di Indonesia. Dan barang bukti itu katanya sudah diserahkan pada Polsek Gunung Kidul beberapa waktu lalu.

Dalam postingan itu Nunik menampilkan foto Kapolsek Nglipar bersama Kanit Intelkam Polsek Nglipar yang menunjukkan buku dan DVD. Namun ketika suaradewan.com memantau kembali akun Nunik tersebut, postingan tentang gerakan bawah tanah PKI itu sudah dihapus.

Data yang dihimpun suaradewan.com, Polsek Nglipar sudah melakukan pendalaman terkait postingan Nunik itu dan hasilnya dipastikan informasi tersebut Hoax.

Screenshot postingan akun Nunik Wulandari Dwi.

Foto yang ditampilkan Nunik dalam postingan provokatifnya itu aslinya merupakan foto pada saat Kapolsek Ngilpar memberikan keterangan kepada wartawan pada tanggal 15 Maret 2017 tentang penyerahan proposal dan DVD tentang Falun Daffa dari desa-desa yang menerima paket DVD tersebut. Fallun Daffa sendiri semacam aliran  yoga atau meditasi dari Tiongkok yang dalam DVD tersebut berisi pendapat tentang menentang paham komunis.

Entah apa motif dari Nunik memposting informasi hoax tersebut. Padahal, informasi seperti itu berpotensi memunculkan keresahan di masyarkat. Selain memposting informasi hoax tentang PKI, Nunik ternyata juga cukup aktif memposting hal-hal yang cenderung provokatif seperti gerakan anti Ahok dan mendeskreditkan langkah Kepolisian dan Kapolri. (za)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow