Lagi, Jenderal Gatot Nurmantyo Mendapat Pujian

SHARE:

Lagi, Jenderal Gatot Nurmantyo Mendapat Pujian
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Panglima TNI: HMI dan TNI Berjuang Bersama Mempertahankan Ideologi Pancasila
Film: Jelita Sejuba Persembahan Khusus Untuk Para Istri Tentara
Oknum TNI Yang Memukul Polantas Pekanbaru Mengalami Gangguan Jiwa

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam acara talkshow di sebuah televisi swasta, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali mendapat pujian dari berbagai kalangan. Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Syaiful Bakhri.

Menurut Syaiful, sangat berlebihan jika aksi bela islam merupakan indikasi pengkudetaan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Oleh karenanya, Syaiful Bakhri mengatakan apa yang disampaikan Panglima TNI merupakan pandangan seorang jenderal yang memandang islam dari sudut pandang yang sangat positif.

Baca juga  9 Senjata Ilegal dan KTA TNI Palsu Disita Sat Lantas Polres Aceh Saat Gelar Razia

“Tidak ada indikasi kudeta yang dilakukan oleh umat Islam, dan perencanaan kudeta tentu tidak serta merta,” ujar Syaiful Bakhri kepada wartawan, Jumat (5/5).

Bahkan lanjut, Rektor UMJ ini bahwa Islam sangat memuliakan pemimpinnya dan wajib mengabdi pada bangsanya. Meskipun begitu, kata Syaiful bahwa jika untuk menegakkan keadilan maka hal itu sudah merupakan keharusan. Keadilan yang dibuat negara mestinya tidak boleh pincang dan mesti fairness.

“Dan terus mendorongnya dengan cara-cara yang benar dan beradab, rasa keadilan masyarakat dilakukan sesuai konstitusi, melalui peradilan yang fairness, tidak ada campur tangan kekuasaan dan kekuatan apapun,” pungkasnya.

Baca juga  Tak Ada Intimidasi, Tak Ada Paksaan, Percayakan Pada Kepolisian dan Bawaslu

Sebelumnya, Jenderal Gatot merasa tersinggung ketika ditanya jika aksi bela Islam adalah upaya mengkudetakan Pemerintahan Jokowi oleh tokoh ulama. Ia kemudian menceritakan sejarah kemerdekaan Indonesia yang dimotori oleh umat islam dan ulama.

“Jadi mana mungkin ulama yang memerdekan Indonesia, lalu ingin membuat Indonesia makar,” terangnya dalam acara Rosi, pada Kamis (4/5). (aw/si)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS