WP-MagOne-728x90

Lagi, Fahri Hamzah Kritik KPK

SHARE:

Lagi, Fahri Hamzah Kritik KPK
Fahri Hamzah
Loh.. Fahri Kok Marah-Marah Jokowi ke TKP Pungli
Sebut Jenderal Terlibat Penyiraman Air Keras, Kapolri: Berikan Buktinya, Sebut Namanya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu, mendapat kritikan dari Fahri Hamzah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menyindir KPK dengan menyebutnya sebagai OTT KPK Masuk Desa, mirip dengan program ABRI masuk desa.

“Itu namanya KPK masuk desa. Dulu ABRI masuk desa, sekarang KPK masuk desa,” kata Fahri di Jakarta, Minggu (6/8).

Bagi Fahri, tugas KPK sebagai supervisor di desa adalah mengawasi, bukan menangkap seperti yang terjadi di Pamekasan.

“Supervisi tidak perlu menangkap, supervisi kasih ke petugas lain,” jelasnya.

Fahri juga mempertanyakan kemampuan KPK melakukan pengawasan di desa-desa seluruh Indonesia.

Fahri mengatakan kerugian negara dari OTT KPK di Pamekasan tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan KPK untuk menangani kasus tersebut. Ia meminta KPK untuk fokus menangani kasus-kasus besar yang dianggap mangkrak seperti dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras dan Proyek Reklamasi.

Sebelumnya, dalam OTT yang dilakukan KPK di Pamekasan menetapkan Bupati Achmad Syafii sebagai tersangka kasus dugaan suap dana desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Tersangka lain adalah Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya, Kepala Inspektorat Pamekasan Sucipto Utomo, dan Kepala Desa Dasuk Agus Mulyadi.

Dari kasus ini diketahui para pejabat Kabupaten Pamekasan diduga menyuap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan sebesar Rp 250 juta untuk menghentikan penyelidikan dan penyidikan perkara tindak pidana korupsi proyek infrastruktur senilai Rp 100 juta yang menggunakan dana.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow