Krisis Qatar vs Saudi Cs; Menanti Peran Damai AS

SHARE:

Krisis Qatar vs Saudi Cs; Menanti Peran Damai AS
A girl writes on a painting depicting Qatar's Emir Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani in Doha, Qatar, July 2, 2017. (Reuters)
Konflik Arab-Qatar, AS: Berdampak pada Sisi Kemanusiaan
Qatar Menolak Tuntutan, Arab Saudi Cs Nilai Qatar Akrab Dengan Kelompok Teroris
Krisis Diplomatik Qatar Diperkeruh Dengan Isu Suap Pemilihan Qatar Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022

SUARADEWAN.com – Kehadiran Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson untuk mencari solusi krisis di Timur Tengah antara Qatar dan Arab Saudi hampir menemui jalan buntu.

Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menilai Tillerson tak mungkin menyelesaikan krisis antara negaranya dengan empat negara yang dipimpin Arab Saudi hanya dalam sehari. Pernyataan al-Thani menunjukkan betapa serius krisis diplomatik itu. Dalam kunjungan ke Turki kemarin, al-Thani menegaskan akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Kuwait untuk mencari solusi dari krisis ini.

Nada pesimistis justru muncul dari Tillerson. Ia tidak menjanjikan segera mendapatkan solusi atau terobosan baru dalam memediasi krisis di Timur Tengah. Ia hanya menyampaikan rasa optimistis bahwa kedua negara akan segera bertemu untuk membicarakan krisis ini.

Qatar dan Arab Saudi dalam waktu hampir bersamaan mengikat perjanjian pembelian senjata dari AS bernilai miliaran dollar AS. Wajar jika AS berupaya mencarikan solusi krisis ini.

Stasiun Televisi milik pemerintah Qatar, Al Jazeera

Uni Emirat Arab (UAE), Mesir, Bahrain dan Arab Saudi menuduh Doha membantu pendanaan pelaku teror dan menjalin hubungan terlalu erat dengan Iran. Mereka memboikot Qatar sejak 5 Juni lalu. Tidak hanya itu, dalam surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menlu UAE menuduh televisi milik pemerintah Qatar, Al Jazeera, menyebarkan kebencian dan anti-Semitis. Dalam surat yang dipublikasikan Rabu lalu oleh media resmi UAE, Al Jazeera dituduh menyiarkan khotbah pemimpin Ikhwanul Muslimin, Yusuf Qardawi, dan Pidato Osama bin Laden.

Baca juga  Intelijen AS Tuding Rusia Dalang Konflik Arab-Qatar

Penyelesaian yang berlarut-larut ini tak hanya membuat suasana di kawasan tegang, bahkan buat sebagian orang sulit dimengerti. Namun yang harus diingat, bahwa dengan Al Jazeera, Qatar telah dianggap sebagai inspirator Musim Semi Arab, mulai dari Tunisia hingga Bahrain, meskipun dapat digagalkan. Wajar jika dari ke-13 tuntutan Arab Saudi dan kawan-kawan, pembubaran Al Jazeera menjadi salah satu syarat perbaikan kembali hubungan mereka.

Baca juga  Konflik Arab-Qatar, AS: Berdampak pada Sisi Kemanusiaan

Sampai kapan krisis ini akan berlangsung, hal itu masih sulit diprediksi. Sebagai negara merdeka, Qatar akan kesulitan memenuhi 13 tuntutan yang diajukan Arab Saudi karena seperti pembubaran Al Jazeera dianggap sebagai intervensi kepentingan nasional Qatar.

Kita ingin melihat upaya AS menyelesaikan krisis ini karena jika ini terus berkelanjutan akan memunculkan ketegangan baru di kawasan. Sebagai negara pionir demokrasi, AS tidak mungkin memaksakan Qatar menutup Al Jazeera. Sebaliknya, AS tidak mungkin juga membiarkan Arab Saudi terperosok ke dalam ketegangan baru setelah keterlibatannya di Yaman. (AL/KO)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS