WP-MagOne-728x90

KPK Tetapkan Markus Nari Sebagai Tersangka Kedua Korupsi e-KTP dari Golkar Setelah Setya Novanto

SHARE:

KPK Tetapkan Markus Nari Sebagai Tersangka Kedua Korupsi e-KTP dari Golkar Setelah Setya Novanto
Markus Nari, Anggota DPR RI/ Fraksi Partai Golkar (Dapil Sulsel 3)
Partai Dipimpin Seorang Tersangka, Tidak Masalah!
Demi Politik yang Beretika, Setya Novanto Harus Mundur dari Jabatannya

JAKARTA, SUARADEWAN.com –  Penegusutan kasus mega korupsi dalam proyek e-KTP semakin di perkencang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah sebelumnya menetapkan Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka korupsi proyek ini, KPK lanjut menetapkan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Markus Nari sebagai tersangka korupsi menyusul ketua umum partai Golkar Setya Novanto.

“KPK menetapkan MN sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP,” kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/7).

Markus Nari menjadi tersangka kelima dalam kasus korupsi triliunan uang rakyat ini setelah Irman, Sugiharto, Andi Narongong, dan Setya Novanto.

Dijelaskan Febri, Markus dikenakan Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP karena terindikasi kuat memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan cara melanggar hukum.

Baca: Lagi, Anggota DPR RI Asal Sulawesi Selatan Jadi Tersangka KPK

Ditambahkan Febri, penetapan tersangka oleh KPK ini adalah yang kedua kalinya bagi Markus. Sebab, sebelumnya ia sudah menjadi tersangka karena diduga menekan mantan anggota Komisi II DPR Miryam‎ S Haryani agar memberikan keterangan palsu pada persidangan. Selain itu ia juga diduga memengaruhi terdakwa Irman dan Sugiharto pada persidangan kasus e-KTP.

Atas perbuatannya itu, Markus terkena Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana ‎Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun.

“Tersangka MN juga sebelumnya telah dikenakan Pasal 21 terkait kasus ini,” tandas Febri. (za)

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow