Komisi III Pertanyakan Definisi Pengguna dan Pengedar Narkoba

SHARE:

Komisi III Pertanyakan Definisi Pengguna dan Pengedar Narkoba
Anggota Komisi III DPR RI, Daeng Muhammad.
Dua Pengedar Tembakau Gorilla Dibekuk di Jakarta Selatan
Bandar Pemasok Narkoba Diskotek Illegals Ditembak Mati

BANJARMASIN, SUARADEWAN.com – Anggota Komisi III DPR RI Daeng Muhammad menyatakan perlu ada pembedaan pengguna dan pengedar narkoba dalam Rancangan Undang-Undang KUHP yang sedang dibahas DPR Bersama pemerintah.

Hal itu ia sampaikan berkaitan dengan contoh di Kalimantan Selatan yang menurutnya ada keanehan sebab tidak sebandingnya jumlah pengguna dan pengedar barang haram itu di Kalimantan Selatan.

Pernyataan itu disampaikan Daeng dalam forum pertemuan dengan Kapolda, Kanwil Kemenkumham, Kepala BNNP dan Kanwil Kejaksaan Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Jumat (26/5).

“Pengguna 8000-an artinya logika saya tidak nyambung. Kalau kita bicara toko dan konsumen, masa lebih banyak tokonya dibandingkan konsumennya. Anda bisa bayangkan kalau ada pengedar 13800-an sementara konsumennya ada 8000 ini kan tidak lucu.” Katanya.

Menurut Daeng, jangan sampai ada persoalan penerapan sistem dan pola pembedaan dalam KUHP kedepannya.

“Negara ini juga jangan cuma bisa membuat kebijakan tapi tanpa keberpihakan. Misalnya apa definisi pengedar, apa definisi pengguna,” tukas anggota Panja RUU KUHP DPR ini.

Masih menurut Daeng, penerapan pada pasal 114 yang dianggap sebagai pengedar narkoba harus ada batasan yang jelas, termasuk yang disebut sebagai pengguna juga harus ada batasan yang jelas.

“Harus diberikan gambaran-gambaran dan nanti kita rapatkan dengan pemerintah pusat agar ada kebijakan yang komprehensif  ke depan supaya tidak muncul yang seperti sekarang,” tandasnya. (za/tr)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow