Ketua Muhammadiyah: Kehadiran Staquf Wantimpres ke Israel Memicu Empat Implikasi

SHARE:

Ketua Muhammadiyah: Kehadiran Staquf Wantimpres ke Israel Memicu Empat Implikasi
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas
Protes Anti Israel, Perempuan Palestina Di Garis Depan
Ironis! Jamaah Haji Semakin Bertambah Banyak, Israel Semakin Berkuasa
Tak Terima Kiai Dihina, Wasekjen Gerindra yang Juga Seorang Santri Mundur dari Partai

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai keberangkatan Yahya Cholil Staquf ke Israel tidak sesuai dengan mukadimah bangsa Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945. Padahal, UUD telah menegaskan, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

“Saudara Staquf tak mencerminkan sikap politiknya sesuai sikap politik bangsa Indonesia, sesuai mukadimah bangsa Indonesia, kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Rabu (13/6).

Ia mengatakan, berdasarkan falsafah dan konstitusi Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Namun, Staquf yang merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) malah mengunjungi Yerusalem yang merupakan daerah jajahan Israel. “Beliau kan anggota Watimpres, kenapa tidak menghormati apa yang dikatakan oleh Pembukaan UUD 1945, ujar dia.

Baca juga  Tokoh Muhammadiyah: Banyak Berita Tentang Iran dan Syiah Tidak Sesuai Fakta

Anwar menilai terdapat sejumlah implikasi atas sikap Staquf. Pertama, secara tidak langsung Staquf mengakui daerah jajahan tersebut adalah bagian dari Israel. Kedua, kehadiran Staquf menyakiti hati rakyat Palestina yang selama ini berjuang melawan penjajahan Israel. Ketiga, sikap Staquf menyakiti sebagaian besar umat Islam Indonesia. Keempat, langkahnya tak sejalan dengan mukadimah Pembukaan UUD 1945.

Anwar juga menilai, pernyataan Staquf bahwa keberangkatannya tidak mewakili Pemerintah Indonesia maupun PBNU tidak bisa dibenarkan. Sebab, jabatan anggota Watimpres sudah melekat pada Staquf.

“Bagi saya, kepergian dia sangat menggangu pemerintah Jokowi (Joko Widodo). Sangat mencederai apa yang dilakukan pemerintah,” tutur dia.

Anwar mengaku sempat bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia dalam suatu acara. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, Dubes Palestina menyebut banyak rakyat Palestina yang kecewa atas keberangkatan Staquf memenuhi undangan Israel. Apalagi, ia melanjutkan, pertemuan tersebut berlangsung di Yerusalem yang menjadi daerah sengketa antara Palestina dan Israel.

Baca juga  Aktris Ini Tolak Penghargaan dan Hadiah 1 Juta Dolar dari Israel

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kepergian Yahya Cholil Staquf ke Israel menghadiri dan menjadi pembicara dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum akhir pekan kemarin bukan bagian dari diplomasi Pemerintah Indonesia. Dia berangkat atas urusan pribadi karena memang undangan tersebut sudah lama dipersiapkan.

Meski demikian, Jokowi memastikan bahwa apa pun yang disampaikan Yahya dalam forum tersebut, Pemerintah Indonesia tetap memegang teguh pendirian dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bahkan, menurut informasi yang diterima Jokowi, Yahya dalam forum ini juga ikut serta mendorong perdamaian Palestina.

“Intinya juga memberikan dukungan kepada Palestina,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (12/6). (rep)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS