WP-MagOne-728x90

Kerap Langgar Kode Etik, Pansus Angket Sasar Penyidik dan Jaksa di KPK

SHARE:

Kerap Langgar Kode Etik, Pansus Angket Sasar Penyidik dan Jaksa di KPK
Ilustrasi Penyidik KPK
Delik Korupsi Diatur dalam RUU KUHP, KPK: Kami Menolak
KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Suap MK

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Panitia Angket DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi memperoleh ‘senjata’ baru untuk menyerang KPK. Penyidik dan Jaksa di KPK menjadi sasaran setelah memperoleh laporan terkait pelanggaran kode etik yang berlaku di institusi asal, Kepolisian dan Kejaksaan.

Ketua Pansus Angket DPR terhadap KPK Agun Gunandjar Sudarsa, di Jakarta (14/7) mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima oleh pansus, penyidik dan jaksa yang ditugaskan di KPK bekerja tidak berlandaskan pada kode etik. Sebagaimana diketahui memang KPK selama ini tidak memiliki kode etik untuk penyidik dan jaksanya. Yang ada hanyalah sebatas kode etik untuk komisioner KPK.

Dilaporkan bahwa penyidik dan Jaksa yang ditugaskan di KPK tak lagi tunduk pada kode etik kepolisian ataupun kejaksaan. Akibatnya, kode etik yang berlaku di institusi asal kerap kali dilanggar, khususnya ketentuan yang mengharuskan penyidik untuk tidak memihak, tidak memublikasikan nama tersangka dan saksi, serta tidak menimbulkan penderitaan akibat penyalahgunaan wewenang dan sengaja menimbulkan kecemasan terhadap terperiksa.

Baca juga: Pansus Angket KPK Selidiki Rekrutmen Pegawai KPK

Adapun untuk jaksa KPK, ketentuan kode etik yang kerap dilanggar terkait larangan jaksa merekayasa fakta-fakta hukum dalam penanganan perkara. Selain itu, larangan menggunakan kapasitas dan otoritasnya untuk menekan secara fisik ataupun psikis dan larangan membentuk opini publik yang dapat merugikan penegakan hukum.

“Tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tanpa dilandasi kode etik merupakan problem besar. Masukan ini akan menjadi bagian dari materi penyelidikan panitia,” ujar Agun.

Atas hal itu, pansus angket berencana memanggil pemberi informasi. Namun dia enggan menyebutkan siapa orangnya. Dia hanya mengatakan mendengar banyak cerita seputar pelanggaran kode etik itu dari para koruptor yang ditahan di LP Sukamiskin. Pekan lalu pansus berkunjung ke LP dan menemui tahanan koruptor disana.

Anggota Pansus Angket dari Fraksi PPP, Arsul Sani mengatakan, cerita soal pelanggaran kode etik itu bisa diperoleh dari para penyidik dan jaksa yang pernah bertugas di KPK. Pansus bisa menghadirkan mereka untuk menceritakan pelanggaran yang terjadi, tetapi kasus korupsi yang ditangani saat pelanggaran terjadi tak perlu dipaparkan. (AL/KO)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow