WP-MagOne-728x90

Kenakan Rok Mini Di Tempat Umum, Model Ini Diburu Polisi Arab

SHARE:

Kenakan Rok Mini Di Tempat Umum, Model Ini Diburu Polisi Arab
Khulood berjalan santai mengenakan rok mini dan baju tanpa lengan di situs benteng warisan Ushayqir yang terletak di wilayah Gurun Najd, Riyadh
Duh, Kim Kadarshian Kembali Pamer Tubuh Polos
Wanita Ini Habiskan 53 Juta Sebulan Hanya Untuk Belanja Kosmetik

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Baru-baru ini, model ternama di Arab Saudi, Khulood diburu polisi dan ditangkap karena berjalan santai mengenakan rok mini dan baju tanpa lengan di situs benteng warisan Ushayqir yang terletak di wilayah Gurun Najd, Riyadh.

Negara Arab memang dikenal punya aturan ketat terkait cara berpakaian perempuan. Apagi tempat yang dijadikan latar adalah Ushayqir, dimana disana tinggal banyak suku dan keluarga yang terkenal paling konservatif di Arab Saudi

Dilaporkan BBC, tindakan Khulood dikecam banyak orang. Mereka meminta agar Khulood ditangkap karena melanggar aturan berpakaian. Bahkan jurnalis dari media ternama di Arab Saudi menulis kolom opini yang meminta dimunculkannya kembali Polisi Syariat (Haia).

Khulood menjadi buah bibir setelah mengunggah videonya di Snapchat. Dalam video ringkas itu, Khulood nampak hanya berjalan-jalan di Desa Ushayqir, Provinsi Najd.

Baca juga: Tak Mau Kebebasan Terbungkam, Kaum Perempuan Iran Gagas Gerakan Lepas Jilbab

Namun, reaksi berbeda ditunjukkan orang-orang di luar Arab. Di Twitter, Khulood dibela. Tindakannya dinilai wajar. Khulood bebas mengenakan pakaian yang dia inginkan.

Penulis cum filusuf, Wael al-Gassim menganggap berlebihan jika Khulood sampai jadi buron polisi. Ia menilai, gagasan warganet terlalu berlebihan dan penuh kemarahan.

Baca juga: Pelanggan PSK di Prancis akan didenda Rp. 57 juta

“Saya kira dia telah melakukan pengeboman atau membunuh seseorang. Ternyata ceritanya tentang rok mini yang dia pakai. Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana Vision 2030 bisa sukses jika dia ditangkap,” tulis Al-Gassim sebagaimana dilaporkan BBC.

Namun gencarnya cercaan pada Khulood membuat pihak berwenang Arab Saudi mencarinya. Harian Okaz melaporkan, pejabat-pejabat di Ushayqar telah mendesak gubernur provinsi dan kepolisian untuk menindak Khulood.

Baca juga: Di Negara Ini Wanita Bercadar Akan Didenda Hingga Pemotongan Gaji

Perlu diketahui, Provinsi Najd (155 km dari Riyadh), dikenal sebagai wilayah yang menjadi basis aliran Wahabi. Aturan di sana mewajibkan, perempuan harus mengenakan pakaian longgar, menutup tubuh di tempat-tempat umum. Perempuan juga dilarang mengemudi dan satu ruangan dengan laki-laki yang tidak muhrimnya. (Lip)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow