Kelompok Yang Ingin Ganti Pancasila Disusupi Ideologi Dari Luar

SHARE:

Kelompok Yang Ingin Ganti Pancasila Disusupi Ideologi Dari Luar
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Minta Waspadai Ulama Yang Dibayar Untuk Merusak Indonesia
Ajarkan Radikalisme dan Anti-Pancasila, Dua Guru Agama Tingkat SMA Dinonaktifkan
Usung Khilafah Islamiyah, Kesbangpol Terus Pantau 5 Ormas Islam di Jateng Ini

JAKARTA, SAURADEWAN.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan untuk berhati-hati dan jangan percaya pada pihak yang ingin mengajak mengganti Ideologi Pancasila dengan Ideologi lain.

Pasalnya, menurut Gatot, upaya tersebut dilakukan oleh pihak-pihak yang sudah dipengaruhi oleh ideologi dari luar yang bertujuan ingin memecah-belah bangsa dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan kuliah umum kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten di Lapangan Kampus UIN, Serang, Banten, Senin (17/7).

“Kalau ada kelompok/orang yang akan merubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa,” ucapnya.

Baca juga  Panglima TNI Umumkan 3 Tersangka Korupsi Helikopter

Gatot menjelaskan Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semua bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Gatot.

Selain itu, Gatot juga mengingatkan mahasiswa mengenai kondisi dunia dalam era globalisasi saat ini, yakni ketika negara-negara di dunia saling bersaing untuk memperebutkan sumber daya alam untuk bertahan hidup.

Baca juga  Siap Bubarkan HTI, Jaksa Agung: Ya, Khilafah Anti Pancasila

“Dunia tidak bertambah luas, tetapi semakin hari semakin sempit dampak dari semakin banyaknya jumlah penduduk dunia, sementara air, pangan dan energi semakin berkurang karena diambil secara terus-menerus,” katanya.

Karena itu, sambung Gatot, Bangsa Indonesia harus waspada dengan kekayaan SDA Indonesia yang sangat melimpah ini jika tidak ingin direbut oleh negara lain.

“Oleh karenanya, kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, kalau tidak ingin menjadi perebutan negara lain,” tandasnya. (za/tr)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS