Kejam, Afiliasi ISIS di Fillipina Penggal Leher Kepala Polisi

SHARE:

Kejam, Afiliasi ISIS di Fillipina Penggal Leher Kepala Polisi
Presiden Fillipina Rodrigo Duterte.
Bomber Kampung Melayu Ternyata Teroris ISIS
DPR Sarankan Fillipina Bentuk Operasi Anti Terorisme Bersama Negara-Negara ASEAN

FILLIPINA, SUARADEWAN.com – Penyerbuan milisi Abu Sayyaf yang terafiliasi ISIS di Kota Malawi, Fillipina, Selasa (23/5) malam berlangsung dengan brutal.

Selain merusak fasilitas umum, menculik warga sipil, mereka juga menghabisi nyawa seorang Polisi dengan cara memenggal kepalanya.

Penyerbuan itu merupakan buntut dari protes kelompok teror tersebut atas rencana penangkapan seorang pimpinan mereka, Isnilon Hapilon, oleh pihak keamanan Fillipina yang terdiri dari Polisi dan Militer.

Atas penyerbuan itu kota Malawi lalu menjadi medan tempur saling tembak antara milisi dan pihak keamanan Fillipina.

Terkait hal itu, Presiden Fillipina Rodrigo Duterte yang saat kejadian masih berada di Russia dalam rangka kunjungan kenegaraan, segera meluncur pulang ke Fillipina dan langsung mengumumkan pemberlakuan darurat militer di Mindanao.

“Jika butuh waktu setahun untuk melakukannya maka kita akan melakukannya. Namun, jika selesai dengan sebulan, maka saya akan bahagia, untuk orang-orang sebangsaku, jangan terlalu takut, saya akan pulang. Saya akan membereskan masalah ini begitu saya tiba di Manila,” kata Duterte.

Saat itu diketahui sudah 21 orang yang menjadi korban meninggal dari serangan 100 lebih militan Abu Sayyaf tersebut. Dan salah seorang korban itu adalah Kepala Polisi Malambang yang dibunuh dengan cara dipenggal saat dalam perjalanan pulang.

”Kepala polisi di Malabang dalam perjalanan pulang, dia dicegat di sebuah pos pemeriksaan yang diduduki oleh teroris dan saya pikir mereka memenggalnya saat itu juga,” tukas Duterte.

Menurut juru bicara militer nasional Filipina, Kolonel Edgard Arevalo, sejauh ini diketahui ada 13 tentara pemerintah yang tewas bersama dengan 13 militan ISIS itu.

Kelompok teror ini sebenarnya merupakan kelompok bersenjata Maute, namun mereka sudah menyatakan sumpah setianya pada kelompok teroris ISIS di Timur Tengah. (za/si)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow