Kejahatan Seksual Anak Bertambah, P2TP2A Tangsel Desak Pemerintah Segera Bertindak

SHARE:

Kejahatan Seksual Anak Bertambah, P2TP2A Tangsel Desak Pemerintah Segera Bertindak
Herlina, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel
Facebook Tegaskan Komitmen Perangi Pelaku Pedofilia
Polisi Bongkar Prostitusi Online

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Dalam satu bulan terakhir Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap tujuh kasus kejahatan seksual, yang meliputi pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur.

Saat dihubungi, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muhammad Alexsander Yurikho mengatakan, bahwa dari tujuh kasus yang ada, kini bertambah satu kasus lagi dengan pelapor yang berbeda.

“Kelihatannya kasus bertambah, ini ada satu lagi laporan baru dan pelakunya sedang kita kejar,” kata Alexander Yurikho, pada Senin (15/5).

Menggapi hal tersebut, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel, Herlina Mustikasari menerangkan, kekerasan seksual pada anak terjadi dihampir semua wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota besar.

“Kasus semacam ini tidak hanya terjadi di Tangsel, tapi semua wilayah. Sehingga kasus-kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia cenderung bertambah bukan hanya secara kuantitatif tapi juga kualitatif. Kami sendiri saat ini menangani hampir 40 kasus,”terangnya.

Herlina demikian sapaan akrabnya menambahkan, penyebab terjadinya kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur, disebabkan adanya ancaman pornografi yang mudah diakses oleh masyarakat. Oleh sebab itu, tindakan pencegahan dalam perlindungan anak, bukan hanya penanganan terhadap kasus yang sudah terjadi, tapi juga harus dioptimalkan secara terintegrasi, holistik, menjangkau semua lapisan dan komunitas masyarakat.

“Tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan, menertibkan warnet-warnet yang tidak sehat. Serta memblokir situs-situs porno, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, diharapkan dapat menginisiasi tindakan-tindakan pencegahan secara massif, konsisten dan mendalam,” imbuhnya.

Dijelaskan Herlina, Secara tegas dan konsisten P2TP2A akan terus mengawal kasus kejahatan seksual pada anak dibawah umur. Terlebih dengan bertambahnya jumlah anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual, yang menandakan bahwa anak-anak saat ini sangat memerlukan perlindungan semua element masyarakat.

“Melihat kondisi seperti ini, mau tidak mau Pemkot secara fokus menginisiasi tindakan-tindakan pencegahan untuk perlindungan anak secara massif, konsisten, mendalam, dan berintegritas dengan masyarakat. Sehingga dapat lebih cepat, cerdik dalam bertindak dan melindungi anak-anak dari predator anak,” jelasnya (fn).

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow