Jokowi, Kinerja Nyata Sang Pemimpin

SHARE:

Jokowi, Kinerja Nyata Sang Pemimpin
Polisi Tangkap Santri yang Hina Presiden dan Kapolri
Presiden Dorong Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Adat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sejak terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, kinerja seorang Joko Widodo (Jokowi) begitu gemilang. Tak hanya mensukseskan terobosan baru dalam kerja-kerja pemerintahannya, tapi apa-apa yang dulunya makrak, dalam penanganannya, hampir semua bisa diatasi. Tak salah jika dirinya kemudian dijuluki sebagai Pemimpin Kerja, gila kerja, kerja adalah prioritasnya.

Di awal menjabat sebagai kepala negara, bukti kinerjanya langsung tampak dengan mencanangkan penghematan anggaran sebesar Rp 250 miliar/hari melalui pembubaran PETRA. Ia juga mencabut subsidi BBM sehingga dananya dapat digunakan untuk berbagai hal yang jauh lebih produktif.

“Jangan habiskan waktu dan energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif,” begitu himbau Jokowi di hampir setiap kali ia berpidato.

Di Sumatera, ia resmikan pembuatan Jalan Tol Trans Sumatera tahap I dari Lampung-Palembang-Indralaya. PLTU Batang, Jawa Tengah juga diresmikan dengan kapasitas 2.000 MW yang sebelumnya mangkrak selama empat tahun.

Hal itu disusul dengan dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yang berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu, pengairan sawah-sawah di Jawa Barat serta pembangunan PLTA dengan kapasitas 110 MW.

Pada tanggal 9 September 2015, kembali ia melakukan pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang dibuka. Dan pada 21 September 2015, Jokowi meresmikan dioperasikannya Bor Raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus-Kebayoran Baru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia.

Untuk pembangunan infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat, Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp 16 triliun. Ia juga membangun Pelabuhan Laut dalam di Papua: Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke, serta infrastruktur pembuatan jalan yangg menghubungkan kota-kota dulunya tidak terjamah ini.

Hingga saat ini, Jokowi, bekerja sama dengan perusahaan Saudi Arabia ARAMCO, berencana akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp 140 triliun. Dan kita tahu, rencana pembangunan Kilang Minyak tersebut tidak pernah terwujud sejak direncanakan di era Soeharto

Dengan beroperasinya pada bulan November 2015, unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap Jateng dan Kilang TPPI di Tuban Jatim, maka Import BBM Premium bisa berkurang 30% atau Negara bisa hemat Rp 150 miliar/hari, atau setara dengan 100 ribu Barrel per hari.

Kasus Lumpur Lapindo yang selama 8 tahun tidak selesai di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), oleh Jokowi hanya dalam kurun waktu 8 bulan rampung. Ganti rugi semuanya diterima warga Sidoardjo.

Komite Explorasi Nasional (KEN) yang dibentuk pemerintah Jokowi pada tanggal 12 Juni 2015 juga telah menemukan cadangan Minyak dan Gas di Indonesia Timur sebesar 5,2 miliar barrell. Potensi ini dicanangkan untuk mendulang Minyak sebanyak 2,7 miliar barrel dan untuk Gas 14 TCF.

Pemerintah Jokowi juga menargetkan pekerjaan Tol Trans Papua yang dirancang sepanjang 4.320 Km (Sorong-Manokwari-Wamena-Jayapura-Merauke) (Timika-Oksibil), tersambung pada tahun 2018. Hingga dalam satu tahun ini, Jokowi sudah membuat jalan Tol sepanjang 132.35. Km

Hebatnya lagi, izin investasi untuk para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia di era SBY yang harus menunggu sampai 2 tahun (536 hari), tetapi di era Jokowi, urus Izin Investasi cukup dengan 3 jam. Luar biasa, bukan? Kinerja nyata dan cepat ia tunjukkan terus-menerus sebagai bukti keamanahannya.

Presiden Jokowi juga mengeluarkan Perpres No. 115 tahun 2015 untuk Kementerian KP yang isinya tidak perlu ke Pengadilan lagi jika Satgas Illegal Fishing menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan bisa langsung tenggelamkan. Hal ini jelas membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan kerja-kerja kabinetnya.

Untuk hutang luar negeri, hanya dalam kurun waktu 9 bulan, Jokowi bisa membayar sebagian hutang warisan peninggalan SBY sebesar Rp 293 triliun.

Memang, Jokowi punya keinginan kuat untuk membuat Indonesia sejahtera. Dan sejarah baru Indonesia itu terbukti, bagaimana dalam waktu 9 bulan, Investasi masuk mencapai Rp 400 triliun. Dana besar inilah yang kemudian digunakan Jokowi untuk melancarkan semua program-program kerjanya yang harus rampung sebelum masa jabatannya tiba.

Ditambah lagi, mulai beroperasinya 6 rute Tol Laut Jokowi dari Tanjung Priok – Papua. Tanjung Priok – Natuna. Tanjung Perak – ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow