Jokowi Dinilai Mampu Mencairkan “Kekakuan” Istana

SHARE:

Jokowi Dinilai Mampu Mencairkan “Kekakuan” Istana
Putri Permaisuri ‘Kahiyang Ayu’ Dipinang Laki Asal Sumatera
Joko Widodo akan Lantik 17 Dubes RI Hari Ini
Menkopolhukam: Pelibatan TNI akan Memperkuat Pemberantasan Terorisme

JAKARTA, SUARADEWAN.com-  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan dirinya mengagumi gaya komunikasi politik Presiden Joko Widodo yang sangat piawai dalam menggunakan komunikasi verbal dan non-verbal. Komunikasi yang dibangun menggunakan bahasa-bahasa sederhana dan merakyat, sehingga lebih dipahami.

Hal itu dikatakan Bamsoet, sapaan akrabnya, setelah hadir dalam acara peluncuran buku “Komunikasi Politik Jokowi” di Gedung DPR RI, Jakarta. “Figur Presiden Jokowi yang apa adanya dan gaya bahasanya yang sederhana, justru menjadi perhatian masyarakat dan media massa untuk selalu memberitakan keunikannya,” ungkap Bamsoet, Sabtu (10/3).

Bamsoet menilai gaya komunikasi politik Jokowi menjadi tradisi baru di kalangan istana. Bahkan dinilainya berhasil meruntuhkan sifat kesakralan istana yang sebelumnya dipandang sangat kaku, formal dan penuh protokoler. “Presiden Jokowi mempunyai banyak jurus komunikasi politik. Politik meja makan, ngeteh di beranda istana, mengenakan sarung sebagai lambang kaum santri,” kata Bamsoet

Dokumentasi peluncuran buku “Komunikasi Politik Jokowi”

“Ini adalah beberapa kepiawaian presiden dalam membangun persepsi publik. Gaya komunikasi politik seperti itu berhasil mengubah persepsi istana yang selalu digambarkan penuh formalitas dan protokoler.” Presiden Jokowi dalam memecahkan persoalan juga cenderung lebih memilih gaya komunisi politik yang halus dan santun. Presiden Jokowi jarang menyanggah atau menjawab tudingan politik yang menyerangnya dengan perkataan.

Baca juga  Jokowi Tak Pernah Terima Permohonan Grasi Abu Bakar Ba'asyir

Contoh, ketika mendapat serangan keras ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dihalangi Paspampres saat ingin turun mendampingi Jokowi di penyerahan Piala Presiden 2018 kepada Persija, Jokowi tidak banyak berkomentar. “Cukup Jokowi mengajak Pak Anies duduk satu mobil, selesai. Inilah cara-cara komunikasi politik yang efektif,” kata Bamsoet.

Baca juga  Jokowi Bersilaturahmi dan Mengajak Para Ulama Beri Kesejukan Pada Pilkada 2018

Politikus Partai Golkar ini melihat kekuatan utama Jokowi adalah karena ia tidak berusaha menjadi orang lain. Presiden Jokowi selalu hadir tanpa “make up” dan kepalsuan. Sehingga masyarakat maupun media massa selalu tertarik memberitakan sosoknya. Tanpa canggung, Presiden Jokowi juga beberapa kali menggunakan media sosial untuk memperlihatkan kesehariannya.

Dengan itu, Masyarakat jadi tahu bagaimana kesehariaan Presiden Jokowi di luar tugas kenegaraan. Melalui vlog, Twitter, Instagram, maupun instrumen media sosial lainnnya, Presiden Jokowi berhasil menyampaikan pesan. “Yakni bahwa dirinya juga manusia biasa yang juga menjalankan aktivitas kesehariaan seperti kebanyakan orang lainnya,” jelas Bamsoet. (af)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS