Jelang Puasa, Polri Bentuk Satgas Awasi Mafia Pangan

SHARE:

Jelang Puasa, Polri Bentuk Satgas Awasi Mafia Pangan
Arus Mudik-Balik Lancar, Menhub: Terimakasih, Polri
Jika Miryam Tak Kunjung Hadir, Pansus Akan Panggil Paksa dengan Bantuan Polri

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jelang puasa di bulan suci ramadhan, ada kekhawatiran kuat akan melonjaknya harga-harga pangan (kebutuhan pokok). Dan ini tentu berimbas pada kenyamanan masyarakat, terutama umat Islam, untuk menjalankan salah satu kewajibannya dalam beragama.

Dalam rangka itu, pihak kepolisian mengaku sudah punya cara khusus untuk menanganinya. Bahwa untuk menjaga stabilitas pangan di bulan puasa, perlu ada pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang khsusu mengawasi mafia-mafia pangan.

Berkaca pada pengalaman kenaikan harga cabe di bulan Januari-Maret 2017 lalu, ternyata ada disparitas harga yang terjadi secara tidak wajar.

“Kami melakukan penyelidikan, ternyata ada permainan di tingkat pengepul. Mereka tidak menyalurkan kepada pasar, tapi mereka mengarahkan kepada industri. Mereka menahan sehingga terjadi gejolak harga yang tidak terkendali,” kata Juru Bicara Kepolisian RI di salah satu rekaman wawancaranya di Youtube.

Titik masalah itulah yang juga akan diawasi Polri dengan membentuk Satgas, mulai dari Polda hingga ke tingkat Polres.

“Kapolri sudah memerintahkan untuk membuat Satuan Tugas di tingkatan Polda dan Polres. Kita harus melakukan pengawasan. Kadang-kadang di tingkat produsen stok ada. Perlu ada efisiensi-efisiensi supaya di tingkat konsumen harga tidak terlalu jauh disparitasnya,” lanjutnya.

Melalui pola pengawasan ini, pihaknya juga memastikan untuk tetap menjaga keseimbangan agar konsumen tidak terlalu dirugikan dengan harga yang melonjak tinggi. Oleh sebabnya, Satgas yang dibentuk di daerah harus mampu mengawasi ini.

“Secara fakutal, kami mempunyai subsatgas yang melakukan penyelidikan. Kami juga membangun jaringan informasi dengan masyarakat. Intinya, kita akan memantau dengan beberapa cara. Harga-harga itu tetap dalam pantauan kita,” terangnya kembali.

Adapun titik pengawasannya, Satgas akan mengawasinya dari produsen sampai ke konsumen.

“Kita ingin melihat apakah ini secara wajar dilakukan distribusinya, apakah betul-betul menahan ini alamiah atau memang ada maksud-maksud tertentu,” pungkasnya. (ms)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow