ISIS Sebut Bertanggungjawab atas Serangan Bom Tiga Gereja di Surabaya

SHARE:

ISIS Sebut Bertanggungjawab atas Serangan Bom Tiga Gereja di Surabaya
Polisi bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018
Fadli Zon: Jangan Ada Konspirasi Mengkambing-hitamkan Islam
Empat Istilah Yang Dipakai Teroris untuk Meledakkan Bom
MUI: Pelaku Teror Bom Patut Diduga Sebagai Orang Tak Beragama dan Tak Berprikemanusiaan

SURABAYA, SUARADEWAN.com — ISIS, melalui media propaganda mereka, al-Amaq menyatakan, bahwa mereka adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

ISIS dalam klaimnya menyatakan bahwa anggota mereka adalah yang melakukan serangan tersebut. Tapi, seperti klaim sebelumnya, ISIS tidak memberikan sedikitpun bukti adanya hubungan serangan itu dengan mereka.

“Martir kami melakukan tiga serangan yang menewaskan paling tidak 11 orang tewas dan 41 orang cedera penjaga gereja dan orang Kristen di kota Surabaya di provinsi Jawa Timur di Indonesia,” kata ISIS, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (13/5).

Baca juga  Ketua MPR : Waspada ISIS

Seperti diketahui, serangan bom bunuh diri menghantam tiga gereja di Surabaya. Lokasinya di Jalan Ngagel Madya Jalan Arjuna dan Jalan Diponegoro.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan ada korban yang masuk ke rumah sakit sudah teridentifikasi. Sementara yang masih di lokasi kejadian belum teridentifikasi. Tujuh korban meninggal dunia masih di lokasi kejadian perkara dan tiga lainnya di rumah sakit.

Sementara itu para korban luka sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Surabaya. Di antaranya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo dan Rumah Sakit Bedah Jalan Manyar.

Baca juga  Mengapa Surabaya Jadi Sasaran Serang Kelompok Teroris? Ini Kata Pengamat

Sejumlah negara melemparkan kecaman keras atas serangan itu, beberapa diantaranya adalah Inggris dan Amerika Serikat (AS). AS melalui Duta Besarnya Jakarta menyatakan serangan kepada jemaat yang sedang beribadah dengan damai mencederai toleransi dan keberagaman yang dijunjung oleh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik menegaskan, tidak ada agama apapun di dunia yang membenarkan aksi teror. (sn)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS