Inilah Filosofi Dibalik Arsitektur Gedung DPR dan Monumen Nasional

SHARE:

Inilah Filosofi Dibalik Arsitektur Gedung DPR dan Monumen Nasional
Wujud gedung DPR RI didasarkan pada budaya Hindu kuno melambangkan Yoni atau alat vital perempuan
Pemprov DKI Jakarta Akan Gelar Tarawih Akbar di Monas 26 Mei
KIPP Indonesia Menanggapi RDP Komisi II Soal Caleg Mantan Terpidana Korupsi
Survei Charta Politika: DPR Masih Dicap Buruk Meski Kinerja Membaik
Biaya Pemeliharaan Tinggi, DPR Usul Rumah Dinas Bagi Anggota Dewan Dihilangkan
Senator Fahira Idris Meminta Kepolisian Serius Selidiki Kasus ‘Sembako Maut’ di Monas

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tahukah anda, bahwa penggagas pembangunan gedung DPR RI dan Monumen Nasional (Monas) di lapangan merdeka, depan Istana Merdeka itu adalah Bung Karno, Presiden RI pertama dengan didukung oleh sejumlah arsitek jempolan pada waktu itu.

Sebagai seniman dan insinyur sipil, Bung Karno tidak mau membangun monumen dan bangunan tanpa dasar filosofi yang bersumber pada sejarah budaya Indonesia.

Ternyata, wujud gedung DPR RI dan Monas, didasarkan pada budaya Hindu kuno. Jika gedung DPR RI melambangkan Yoni atau alat vital perempuan (vagina), maka Monas melambangkan lingga atau alat vital laki-laki (phallus).

Tentu saja wujud kedua lambang tersebut tidak ditampilkan secara nyata (realis), tetapi dibuat secara absurd atau samar.

Baca juga  Survei Charta Politika: DPR Masih Dicap Buruk Meski Kinerja Membaik

Baca juga:

Vagina atau lubang peranakan, alias ‘jalan bayi saat lahir’, memiliki bagian yang disebut labium atau labia, atau bibir vagina. Dan bibir vagina itu sendiri terbagi dua bagian majus (majora) dan minus (minora). Phallus atau kemaluan laki2 juga memiliki 2 bagian, yaitu Penis (batang) dan Glans Penis (kepala penis).

Lalu bagaimana kaitannya kedua alat kelamin tersebut dengan teori politik?

Lihatlah bentuk Monas. Monas adalah lambang lingga (phallus). Dia melambangkan laki-laki atau ayah. Itu sebabnya Monas dibangun di dekat Istana Merdeka. Si ayah menggambarkan pihak eksekutif maka tempatnya di Istana Merdeka.

Baca juga  Ketua DPR RI Kunker ke Kawasan FTZ, Sekaligus Lantik Ketua DPD Golkar

Kemudian lihatlah bentuk gedung DPR-RI, bukankah dia memiliki unsur-unsur bentuk Yoni atau vagina dan labium. Perhatikan sekali lagi!

Gedung DPR-RI yang berada di Senayan tersebut, dia dilambangkan sebagai ibu (secara politis, dia adalah legislatif). Sang ibulah tempat melahirkan anak (Undang-Undang) setelah bekerjasama dengan sang ayah (eksekutif) yang ada di Istana Merdeka.

Demikianlah makna filosofis gedung DPR-RI dan Monas yang ada di Jakarta. Jadi atap gedung DPR-RI tersebut melambangkan Yoni, bukan ‘bokong orang tengkurep’ atau ‘bathok kura-kura’.

Selain proklamator, Bung Karno juga seorang seniman dan budayawan ulung! (Diolah dari berbagai sumber)

COMMENTS