Inilah 3 Tantangan Umat Islam Indonesia Menurut Ketua MPR

SHARE:

Inilah 3 Tantangan Umat Islam Indonesia Menurut Ketua MPR
Ketua MPR RI, Zulkiflli Hasan saat menyampaikan sambutan pada pada acara Halaqah Kebangsaan MUI, di Jakarta (12/10)
Ketua MPR Kutuk Penutupan Masjid Al Aqsa
Ketua MPR Kepada Dubes Rusia: Sejak Era Bung Karno Kita Sahabat
Ketika Hotman Paris Tanya Zulkifli Hasan Perihal Niatan Nyapres

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua MPR RI Zulkifli Hassan berkesempatan hadir pada acara Halaqah Kebangsaan & Rapat Kerja Nasional Komisi hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia 2017 pada Kamis (12/10/2017) di Hotel Menara Peninsula Jakarta.

Dalam sambutannya Bang Zul, panggilan akrab Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PAN itu menyampaikan bahwa selain menjaga persatuan dan mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan, umat Islam harus meningkatkan kemampuan wirausaha untuk meraih kekuasaan politik.

Menurutnya bangsa Indonesia, terutama umat Islam, harus belajar dari sejarah dijajah oleh Belanda karena lemahnya persatuan. Belanda dengan mudah menguasai hasil alam Indonesia karena umat diadu domba sehingga bisa menjajah selama 350 tahun.

Baca juga  Ada Usulan Penambahan Pimpinan MPR Jadi 11, Zulkifli Hasan: Memang Mau Main Bola?

Baca juga: 

“Saya berharap ulama bisa mempersatukan umat Islam. Di zaman Belanda kita diadu domba sehingga tak bisa merdeka selama lebih dari 300 tahun. Nah tantangan umat islam bagaimana bisa berasatu dan merebut ilmu dan mengajari anak anak berwira usaha,” ujarnya.

Baca juga  Zulkifli Hasan: Jangan Pernah Bilang Masjid Radikal!

Bahkan setelah merdeka, ujarnya, para ulama juga bersepakat untuk menerima ideologi Pancasila setelah melalui proses perdebatan dengan menghapus sembilan kata pada Piagam Djakarta.

“Tak mungkin Indonesia merdeka tanpa peran ulama.”

Dalam kesempatan itu juga Zulkifli berpesan agar saatnya umat tidak lagi disibukkan dengan masalah ideologi Pancasila. Menurutnya tidak perlu lagi ada kegaduhan tentang Ideologi Pancasila, karena Pancasila itu menyatukan, bukan mengotak-ngotakkan anak bangsa, ujarnya. (K24)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS