Ini 9 Daftar Calon Kepala Daerah yang Terjerat Kasus Korupsi

SHARE:

Ini 9 Daftar Calon Kepala Daerah yang Terjerat Kasus Korupsi
Pejabatnya Terjaring OTT, Kantor Inspektorat dan Kejari Pamekasan Disegel KPK
Bupati Labuhanbatu Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Rupiah Diamankan
Pengamat: Waspadai Campur Tangan Bandar Politik di Pilkada 2018

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 tinggal menghitung hari tepat pada tanggal 27 Juni 2018 akan segera digelar. Pilkada Serentak tahun 2018 ini akan digelar di 17 Provinsi, 115 Kabupaten dan 39 Kota di Seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut ada 17 Daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon, dari keseluruhan pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini akan diikuti oleh 512 Pasangan Calon baik yang diusung oleh Partai Politik maupun yang maju lewat jalur perseorangan.

Dalam proses berjalan tersebut, sejumlah calon kepala daerah yang telah ditetapkan tersebut harus berurusan dengan permasalahan hukum terkait dengan kasus korupsi, yang diantaranya melalui operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK.

Setidaknya ada 9 Calon kepala daerah yang terjerat kasus korupsi yang kami himpun dari berbagai sumber, mesikipun menyandang sebagai tersangka pencalonan kepala daerah tersebut tetap berjalan, berikut 9 Daftar Calon Kepala Daerah yang terjerat kasus korupsi:

1. Nyono Suharli Wihandoko (Calon Bupati Jombang)

Nyono Suharli Wihandoko

Nyono Suharli Wihandoko yang adalah Bupati Petahana Jombang maju kembali sebagai Calon Bupati Jombang berpasangan dengan Subaidi Muchtar Pasangan Nyono-Subaidi diusung PKB, PKS, Partai NasDem, PAN dan Partai Golkar.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko tertangkap dalam OTT pada Sabtu (3/2). Nyono diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang Inna Silestyowati. Nyono duga menerima suap Rp 200 juta dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang Inna Silestyowati. Duit itu berasal dari pungli dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang hingga terkumpul Rp 434 juta dari pungli pada Juni-Desember 2017.

2. Marianus Sae (Calon Gubernur NTT)

Marianus Sae

Marianus Sae adalah Bupati Ngada yang maju sebagai Calon Gubernur NTT. Marianus Sae ditangkap dalam OTT yang dilakukan KPK pada Minggu (11/2). Marianus diduga menerima uang terkait proyek di wilayah kabupaten tersebut. Marianus Sae diduga menerima suap total Rp 4,1 miliar.

KPK pun menetapkan Marianus Sae sebagai tersangka penerima suap dan Wilhelmus Iwan Ulumbu, Direktur PT Sinar 99 Permai, yang kerap mendapatkan proyek-proyek infrastruktur di Ngada, NTT, sebagai pemberi.

Marianus Sae mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur NTT berpasangan dengan Emi Nomleni, Pasangan Calon ini diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB.

3. Imas Aryumningsih (Calon Bupati Subang)

Imas Aryumningsih

Imas adalah Bupati Petahana Subang yang maju Pilkada Serentak 2018 terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Imas mencalonkan diri lagi sebagai Bupati Subang bersama Sutarno. Pasangan calon ini diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar.

Baca juga  KPK Hibahkan Aset Nazaruddin dan Fuad Amin ke POLRI, Ini Penjelasannya

Imas Aryumningsih dicokok KPK dalam OTT. Imas ditangkap bersama tujuh orang lainnya pada Selasa (13/2) malam. Imas diduga menerima uang terkait pengurusan izin yang diajukan dua perusahaan, yaitu PT ASP dan PT PBM. Miftahhudin diduga sebagai pemberi, sedangkan Imas, Data, dan Asep diduga sebagai penerima. Pemberian suap diduga agar Imas memberikan izin pembangunan pabrik senilai Rp 1,4 miliar.

KPK mengamankan uang sebesar Rp 337.378.000 yang berasal dari beberapa orang. Namun KPK menduga commitment fee lebih dari itu.

4. Mustafa (Calon Gubernur Lampung)

Mustafa

Mustafa yang adalah Bupati Lampung Tengah ditangkap bersama 18 orang lain dalam OTT pada 14-15 Februari 2018. KPK menduga adanya suap untuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait persetujuan DPRD atas pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar.

Pinjaman daerah rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah. Mustafa diduga memberikan arahan soal dana suap kepada DPRD Lampung Tengah.

Mustafa adalah Calon Gubernur Lampung berpasangan dengan Ahmad Jajuli diusung oleh Koalisi Partai Nasdem, PKS dan Partai Hanura.

5. Asrun (Calon Gubernur Sulawesi Tenggara)

Asrun (Cagub Sultra)

Asrun, merupakan mantan Wali Kota Kendari yang maju di Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara berpasangan dengan Hugua diusung oleh PAN dan PDI Perjuangan. Ia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan anak kandungnya sendiri yang sedang menjabat sebagai Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra dengan 10 orang lainnya pada Selasa-Rabu, 27-28 Februari 2018 terkait dengan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah Kota Kendari tahun 2017-2018.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai hampir Rp2,8 miliar. Adriatma diduga kuat telah menerima suap dari Hasmun Hamzah sebesar Rp2,8 miliar. Uang itu diberikan Hamsun Hamzah secara bertahap, pertama sebesar Rp1,5 miliar dan terakhir Rp1,3 miliar.

6. Ahmad Hidayat Mus (Calon Gubernur Maluku Utara)

Ahmad Hidayat Mus (Cagub Malut)

Ahmad Hidayat Mus (AHM) yang adalah Bupati Kepulauan Sula periode 2005-2010 ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK (16/3) terkait pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong pada APBD tahun anggaran 2009 di Kabupaten Kepulauan Sula.

Baca juga  KPK Tetapkan Walikota Blitar dan Bupati Tulungagung sebagai Tersangka Suap Proyek

AHM diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain, atau korporasi terkait dengan pembebasan lahan Bandara Bobong Kabupaten Kepulauan Sula yang menggunakan APBD tahun anggaran 2009. Ia diduga melakukan pengadaan fiktif dari pengadaan pembebasan lahan Bobong pada APBD Tahun Anggaran 2009 di Kabupaten Kepulauan Sula.

AHM maju mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Maluku Utara berpasangan dengan Ahmad Rivai, pasangan ini diusung oleh Koalisi Partai Golkar dan PPP.

7. Moch Anton (Calon Walikota Malang)

Moch Anton

Anton adalah Walikota Malang periode 2013-2018, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus suap bersama 18 anggota DPRD Malang pada 21 Maret 2018.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan KPK sebelumnya. Dalam perkara sebelumnya, KPK telah memproses mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono hingga ke pengadilan. Arief disangka menerima Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono selaku Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang pada 2015 terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

Moch Anton mencalonkan diri sebagai calon Walikota Malang berpasangan dengan Samsul Mahmud, pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PKB

8. Ya’qud Ananda Gudban (Calon Walikota Malang)

Ya’qud Ananda Qudbhan

Calon Wali Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban tersandung kasus korupsi. Ia diduga menerima aliran dana suap pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun 2015. Saat itu, ia menjabat sebagai anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

Ya’qud Ananda Gudban maju di Pemilihan Wali Kota Malang berpasangan dengan Ahmad Wanedi. Koalisi ini diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

Nanda Gudban ditetapkan tersangka dan dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

9. Syahri Mulyo (Calon Bupati Tulungagung)

Syahri Mulyo

Syahri yang adalah Bupati Petahana Tulungagung yang maju mencalonkan diri kembali sebagai bupati Tulungagung ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan gratifikasi proyek infrastruktur pada 7 Juni dini hari bersamaan dengan penetapan Bupati Blitar, Samanhudi Anwar sebagai tersangka dalam OTT yang dilakukan oleh KPK.

Pilkada Tulungagung diikuti dua kontestan yakni pasangan nomor urut satu Margiono-Eko Prisdianto yang diusung koalisi sembilan partai politik dan pasangan petahana Syahri Mulyo-Maryoto Birowo nomor urut dua yang diusung PDIP dan Partai NasDem. (sd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS