WP-MagOne-728x90

Hadapi Jokowi di Pilpres 2019, Koalisi SBY-Prabowo Bakal Jadi Penantang Tangguh

SHARE:

Hadapi Jokowi di Pilpres 2019, Koalisi SBY-Prabowo Bakal Jadi Penantang Tangguh
Prabowo-SBY-Jokowi
GNPF MUI : Pertemuan dengan Presiden adalah Kebutuhan Dialog Kedua Pihak
Dicibir Melakukan Pencitraan, Jokowi: Ini Banyak Orang yang Lupa

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Agenda pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terulas  hebat di media massa. Pasalnya, pertemuan dua pimpinan partai besar ini, bakal melahirkan koalisi tangguh sebagai penantang Joko Widodo (Jokowi) selaku petahana di Pilpres 2019 ke depan.

Dikabarkan, SBY dan Prabowo akan melangsungkan pertemuannya di markas Demokrat, yakni di Cikeas, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017), sekitar pukul 20.30 WIB.

“Ya, jam 20.30 WIB di Cikeas malam ini,” terang Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Pertemuan tersebut pun, menurut Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, akan berlangsung secara tertutup. Pun pertemuan ini merupakan bentuk respons positif SBY atas permintaan Prabowo sebelumnya.

“Malam ini pertemuan tertutup antara Ketua Umum Partai Demokrat SBY dan Ketua Umum Gerindra akan dilaksanakan di Cikeas,” tambah Imelda

Seperti diketahui, keinginan Prabowo bertemu SBY disampaikan pasca DPR mengesahkan UU Pemilu. Ketentuan presidential threshold yang tercantum di UU Pemilu tersebut akan menjadi bahasan utama dalam pertemuannya.

“Salah satu pembahasan tentu terkait dengan UU Pemilu tersebut seperti yang disampaikan sebelumnya oleh pihak Gerindra. Di luar urusan itu, silaturahim kedua tokoh bangsa ini diharapkan membawa angin segar dan memberi kontribusi yang positif dan konstruktif bagi negeri tercinta,” jelasnya kembali.

Tak mau mengulur waktu, pertemuan antar pucuk pimpinan partai ini dikabarkan pula bakal membahas soal koalisi ke depannya—selain rencana menggugat UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Ya, apalagi kalau bukan tentang upaya melawan Jokowi di Pilpres 2019 nanti, di mana SBY dan Prabowo masing-masing punya kepentingan yang sama untuk untuk perpolitikan nasional Indonesia.

“Pak Prabowo sampai saat ini masih firm mau mencalonkan diri menjadi presiden. Demokrat juga dipastikan akan mengusung atau ingin juga mendorong baik itu presiden atau wakil presiden dari Demokrat,” ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hernanto.

Hingga ke tingkat pembicaraan soal kandidat, besar kemungkinan putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), adalah kandidat paling berpotensi mendampingi Prabowo. Terlebih AHY sudah punya nama dan basis dukung riil guna menghadang laju Jokowi menduduki RI-1 untuk kedua kalinya.

Meski demikian, pihak Demokrat belum bisa menentukan apakah AHY yang bakal diusung untuk mendampingi kandidat dari Partai Gerindra. Kata Agus, pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu sebelum akhirnya mengampil keputusan politik yang strategis.

“Partai politik itu harus cair, harus lentur, juga harus betul-betul bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga harus betul-betul memenuhi kehendak dari rakyat seluruhnya,” jelas Agus.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow