Gerindra Keluar Pansus Angket KPK, Dasmond: Koalisi Pemerintahlah Yang Melemahkan KPK

SHARE:

Gerindra Keluar Pansus Angket KPK, Dasmond: Koalisi Pemerintahlah Yang Melemahkan KPK
Dok: Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa (kiri). Foto: Antara
Arti Kemerdekaan, Taufik MA: di Tangsel Masih Ada Kesenjangan Antar Sesama
Masa Kerja Segera Berakhir, Pansus Angket KPK Tuduh Ketua KPK Terindikasi Korupsi
Gerindra dan PKS Kritik Jokowi Gunakan Istana Bahas ‘2019’

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Dasmond Junaidi Mahesa, mengatakan salah satu alasan mundur karena Pansus hak angket KPK selama ini didorong oleh partai pemerintah.

Dia menjelaskan Gerindra tertarik bergabung dengan Pansus karena untuk menguatkan KPK. Namun, ternyata Pansus malah mengunjungi para koruptor di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat.

“Nah, kami lihat juga yang aktif itu parpol koalisi pemerintah. Harusnya mereka menguatkan. Kami sebagai partai nonpendukung ya kami keluar. Koalisi pemerintah lah yang melemahkan KPK,” tutur Desmond.

Baca juga  Polisi Akan Panggil Anggota DPR Ponakan Prabowo Terkait Dugaan Pornografi

Desmond juga menjelaskan hingga dibuatnya surat pernyataan mundur, fraksi Gerindra belum pernah memberikan daftar nama-nama perwakilan yang  secara resmi mengikuti Pansus.

Daftar nama perwakilan juga belum diberikan PAN, PKB, PKS dan Demokrat. “Padahal, itu menjadi syarat dari pembentukan dan pemilihan Pimpinan Pansus,” kata Desmond di Jakarta, Senin (24/7/2017)

Baca juga: Tak Mau KPK Dilemahkan, Gerindra Keluar dari Pansus Hak Angket

Baca juga  Tolak Hak Angket, Aktivis Anti Korupsi Jogja Gelar Aksi

Fraksi Partai Gerindra memutuskan keluar dari Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gerindra menyatakan mundur dalam surat yang disampaikan kepada pimpinan DPR dengan nomor surat A.1400/F.P-Gerindra/DPRRI/VII/2017.

Surat bertanggal 20 Juli 2017 yang ditandatangani Ketua Fraksi Ahmad Muzani dan Sekretaris Fraksi Fary Djemy Francis, menyebutkan Gerindra mundur dari Pansus Hak Angket KPK mulai 24 Juli. (AH)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS