Gerakan Anti Miras Desak DPR Segera Tuntaskan RUU Larangan Minuman Beralkohol

SHARE:

Gerakan Anti Miras Desak DPR Segera Tuntaskan RUU Larangan Minuman Beralkohol
Foto bersama setelah buka puasa di Rumah Aspirasi Fahira Idris.
Tak Penuhi Target, Beberapa RUU Diperpanjang Pembahasannya oleh DPR
Fahira Idris Beri penghargaan Khusus Tertinggi untuk Masyarakat di Jakarta Utara

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua Umum Gerakan Anti Miras (GeNAM) hari ini berbuka bersama di Rumah Aspirasi Fahira Idris di Jalan H. Sa’abun Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Hadir dalam acara tersebut berbagai komunitas, di antaranya Anggota Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) Pusat, Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, GeNam Mengaji, Pejuang Subuh, GEMA 165, dan Sahabat Buni Yani.

“Sejak GeNAM dideklarasikan 1 September 2013, artinya sudah hampir 4 tahun gerakan ini bergerak.  Gerakan ini, sudah mampu menghentakkan isu miras bukan hanya di Jakarta tetapi juga hampir disemua daerah di Indonesia,” ujar Ketua Umum GeNAM Fahira Idris, Rabu (31/5/2017).

Salah satu isu utama awal GeNAM berdiri, tambahnya, adalah terbitnya aturan larangan minimarket menjual miras.

“Alhamdulilah sudah terealisasi. Sekarang sudah dapat dipastikan tidak ada minimarket di seluruh Indonesia yang menjual bir dan sejenisnya,” lanjut Fahira.

“Kita juga punya andil ‘menggagalkan’ niat Kemendagri yang ingin melonggarkan aturan penjualan miras dan menenggelamkan wacana penghapusan perda miras yang kamarin sempat menjadi ajang ‘test the water’ yang alhamdulilah setelah kita lawan dengan opini di media sosial dan media massa, wacana ini tidak ada lagi. Daerah-daerah yang punya perda miras tetap bisa menjalankan perda tersebut,” sambung Senator Asal DKI Jakarta.

Fahira melanjutkan, wacana yang pihaknya lemparkan mengenai pentingnya daerah-daerah punya perda miras juga cukup mendapat atensi dari masyarakat di daerah yang mendesak Kepala Daerah dan DPRD menyusun dan mensahkan perda miras.

“Selain itu, perlunya Indonesia punya aturan miras setingkat UU agar berlaku nasional. Kita dorong DPR guna memberikan fokus untuk segera menyelesaikan RUU LMB. Hanya saja dari catatan saya sudah setahun RUU LMB ini meleset dari target penyelesainnya. Mereka menjanjikan Juni 2016 selesai, sekarang sudah Mei 2017. Hampir setahun,” ujar Anggota DPD RI ini kembali.

Fahira mengaku, sebagai pejabat publik di Senayan, baik secara formal maupun informal, dirinya ‘terus menggedor pintu’ para anggota pansus menanyakan komitmen mereka.

“Lewat media pun, saya sebagai Ketum GeNAM juga mengultimatum mereka untuk serius menyelesaikan RUU ini karena sudah sangat mendesak. Kita masih membaca di berbagai media, korban miras berjatuhan dan kejahatan dibawah pengaruh miras terus terjadi,” tandasnya.

Fahira menuturkan, niat silaturahmi kali ini menjadi momen untuk menyatakan derap langkah GeNAM kembali.

“Saya berharap kita satukan langkah dan soliditas kembali, terutama menyegarkan aktivitas chapter-chapter GeNAM kita,” ujarnya.

Tantangan ke depan, tambahnya, adalah soal miras pasti terus ada. Nanti setelah RUU LMB ini disahkah, salah satu pasal yang penting adalah soal peran serta masyarakat mensosialisasikan bahaya miras di mana GeNAM harus bisa menjadi garda terdepan sebagai organisasi anti miras pertama di Indonesia.

“Kita harus bisa memanfaatkan pasal ini untuk meluaskan organisasi dan meluaskan kegiatan kita lagi,” tambahnya.

Selain itu, untuk yang di Jakarta, Gubernur/Wakil Gubernur terpilih, bagi Fahira, punya komitmen untuk menjaga generasi muda dari bahaya miras.

“Kita harus mengintensifkan kampanye bahaya miras di Jakarta,” harapnya.

Fahira pun meyakinkan, di semua chapter-chapter lain juga pasti ada isu-isu yang bisa terus kita munculkan terkait miras.

“Semua pengurus-pengurus chapter terus berkomunikasi dengan baik dan terus beraktivitas mensosialisasikan bahaya miras ke berbagai komunitas masyarakat,” harapnya kembali. (MS)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow