Gara-Gara Video Seks, Politisi Perempuan Irak Ini Gagal Caleg

SHARE:

Gara-Gara Video Seks, Politisi Perempuan Irak Ini Gagal Caleg
Intidhar Ahmed Jassim
Pemilu Malaysia: Mengapa Mahathir Berjaya, Najib Tumbang?
Setelah 47 Tahun, Singapura Kembali Dipimpin Etnis Muslim Melayu
Lagi, ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Depan Kedubes Irak

BAGHDAD, SUARADEWAN.com — Intidhar Ahmed Jassim Perempuan bergelar doktor yang berlatar belakang dosen bidang ekonomi dan administrasi al-Muntansaryah University di Baghdad harus mundur dari upayanya merebut kursi di Parlemen Irak, di tengah skandal video seks yang menyebar viral.

Jassim sendiri dicalonkan oleh partai koalisi pendukung Perdana Menteri Haider al-Abadi. Jadi sasaran tuduhan, Jassim membela diri. Ia mengatakan, video seks itu palsu dan rekayasa belaka.

“Aku merasa sedih, bangsa yang besar ini percaya dengan rekayasa busuk para politisi yang berupaya merusak reputasiku dengan mempublikasikan video palsu,” kata dia, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (21/4/2018).

Baca juga  Lebanon Menggelar Pemilu Parlemen Pertama dalam Sembilan Tahun Terakhir

“Semua orang tahu keluargaku, mengenal suamiku Dr. Saad Salih al-Hamdani, pengajar di Dijla University Bagdad,” kata Jassim. “Aku adalah anak kandung bangsa ini, Intidhar Ahmed Jassim. Tolong, tolonglah, jangan dengarkan rumor yang menyebar.”

cuplikan video yang menyebar

Sebagaimana diberitakan, pada Rabu 18 April 2018, Di tengah kampanye mendadak muncul video seks berdurasi tiga menit di media sosial. Rekaman yang menyebar seantero negeri tersebut mempertontonkan seorang perempuan dan pria sedang berhubungan badan. Penampakan perempuan tersebut, suara, dan apa yang ia katakan tentang dirinya sendiri, mengarah pada dugaan, sosok itu adalah Jassim.

Namun, dalam hitungan jam dari komentarnya yang dilontarkan pada Kamis, dia mengajukan pengunduran dirinya kepada Komisi Pemilihan Umum Irak dan mundur dari Koalisi Juara. 
Belum jelas apakah Jassim ditekan untuk mengundurkan diri, tapi ada sejumlah laporan bahwa para caleg perempuan dilecehkan di media sosial setelah masa kampanye dimulai pekan lalu.
Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Jassim menegaskan ia tidak mencari posisi atau uang dan pengabdian pada negara adalah sesuatu yang penting baginya.
Konstitusi Irak mensyaratkan setidaknya seperempat, dari 329 anggota Dewan Perwakilan, adalah perempuan. Pemilu di negara itu akan digelar pada 12 Mei 2018. (cn)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS