Empat Istilah Yang Dipakai Teroris untuk Meledakkan Bom

SHARE:

Empat Istilah Yang Dipakai Teroris untuk Meledakkan Bom
Ilistrasi Tim Gegana Brimob
Dewan Gereja Dunia Desak Tindakan Cepat dan Perlindungan Hak-hak Agama dari Pemerintah Indonesia
Polisi: Semua Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Satu Keluarga Pengikut JAD-JAT
ISIS Sebut Bertanggungjawab atas Serangan Bom Tiga Gereja di Surabaya

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Serangkaian bom bunuh diri menyerang tiga gereja di Surabaya. Bom rakitan juga meledak di Sidoarjo dan Mapolres Surabaya. Korban jiwa berjatuhan.

Teroris terus berkembang, bahkan dari mereka banyak yang belajar merakit bom secara otodidak atau hanya belajar secara online. Karena itu, banyak istilah yang dipakai teroris untuk bom yang diledakkan. Berikut istilah-istilahnya:

1. Bom panci

Bom panci merupakan bom yang menggunakan panci presto sebagai wadah alat ledaknya. Di dalam panci presto tersebut dimasukan beragam jenis bahan peledak dan partikel lain seperti paku, bongkahan besi, kaca, dan sebagainya.

Tahun 2017, di Bandung, Jawa Barat, bom panci meledak di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum, RT 7 RW 11, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Saat itu polisi langsung mengamankan pelaku peledakan yang bernama Agus Wiguna.

Baca juga  ISIS Sebut Bertanggungjawab atas Serangan Bom Tiga Gereja di Surabaya

2. Bom buku

Bom Buku pernah meresahkan warga Jakarta dengan mengirimkan paket buku berisi bom. Teror Bom Buku dimulai pada 15 Maret 2011, paket buku mencurigakan yang ternyata berisi bom di kantor KBR 68 H, Jalan Utan Kayu Nomor 68, Jakarta Timur. Saat itu paket buku tersebut ditujukan kepada tokoh Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla.

Akibat kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Jaktim Kompol Dodi Rahmawan saat itu menjadi korban. Bom buku itu meledak saat dia sedang mengotak-atik paket buku mencurigakan, karena bom tersebut Dodi harus rela kehilangan satu tangannya.

Baca juga  Bulan Suci Ramadhan di Afghanistan Diawali Aksi Bom Bunuh Diri

3. Bom pipa

Polisi mengidentifikasi jenis bom yang meledak di sejumlah lokasi di Surabaya dan Sidoarjo. Bom tersebut berjenis bom pipa dengan bahan peledak triacetone triperoxide (TATP) yang termasuk high explosive.

4. The mother of satan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut 3 ledakan gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi serta ledakan di rusunawa di Sidoarjo menggunakan bom yang sama yaitu berbahan peledak TATP. Menurut Tito, bom jenis itu memang lekat dengan kelompok ISIS dan dijuluki ‘The Mother of Satan’.

“Semua orang ini (pelaku teror Surabaya) ditemukan bom yang sama. Karena bahan yang terkenal di ISIS sering berbicaranya ‘the mother of satan’. Ibu dari setan,” ujar Kapolri. (merdeka.com)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS