Dugaan Penistaan Agama Tidak Ditemukan, Kasus Puisi Ibu Indonesia di SP-3

SHARE:

Dugaan Penistaan Agama Tidak Ditemukan, Kasus Puisi Ibu Indonesia di SP-3
Pimpinan DPR: Puisi Sukmawati Soekarnoputri Bangkitkan Potensi Konflik Sosial
Sambil Menangis, Sukmawati: Saya Mohon Maaf Lahir Batin Kepada Umat Islam
Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri, Dari Puisi hingga Ijazah Palsu

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Sukmawati Soekarnoputri yang pada April lalu menjadi pusat pemberitaan lantaran puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dinilai menghina ajaran Islam yang menyinggung soal cadar dan azan telah dilaporkan ke kepolisian oleh banyak kalangan.

Sebelumnya, terdapat 28 laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati atas puisi yang dibacakannya. Semua laporan itu akhirnya digabungkan dan ditangani Bareskrim Mabes Polri.

Sukmawati pada saat itu diduga melanggar Pasal 156 KUHP , Pasal 156a KUHP, Pasal 16 UU Nomor 40 tahun 2008, pasal 45a ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 trntang Perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE juncto pasal 28 ayat (2)  UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Baca juga  Sampaikan Pesan Rizieq, GNPF-MUI: Usut Juga Ijazah Palsu Sukmawati Soekarnoputri

Namun dalam perkembangannya, Kepolisian tidak melanjutkan laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri saat membaca puisi berjudul Ibu Indonesia pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Ajang Indonesia Fasion Week 2018, Apri lalu tersebut, karena tidak menemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana.

Baca juga  Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri, Dari Puisi hingga Ijazah Palsu

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan penyidik tidak menemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana. Oleh sebab itu laporan dugaan penistaan agama tidak dapat dinaikkan atau ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Maka kasus tersebut di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyelidikan),” ujar Iqbal dalam keterangan persnya, Minggu (17/6). (rm)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS