DPRD Tangsel Soroti Tingginya Angka Penderita AIDS di Kota Tangsel

SHARE:

DPRD Tangsel Soroti Tingginya Angka Penderita AIDS di Kota Tangsel
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangsel, Taufik MA
Kenaikkan Tunjangan DPRD Tangsel Akan Dibahas Melalui Pansus
Tangsel Bukan Hadiah, Airin Harus Perhatikan Putra Putri Daerah
Resmi Dilantik Menjadi Wakil Ketua DPRD Tangsel, Taufik MA: Semoga Sesuai Keinginan Partai

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Tingginya angka penderita penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendapat sorotan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Taufik MA.

Kepada suaradewan.com, wakil rakyat dari fraksi Gerindra tersebut mengatakan bahwa, saat ini anggota DPRD Kota Tangsel sedang membahas penanganan AIDS/HIV, yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang, keteledoran dalam berumah tangga, dan perilaku seksual menyimpang dari LGBT.

“Ini juga menjadi fokus kita, bagaimana ini juga bisa dikawal dengan baik oleh pemerintah,” kata Taufik saat ditemui usai menghadiri diskusi publik tolak LGBT, di Restoran Remaja Kuring, Kecamatab Buaran, Kota Tangsel, pada Sabtu (20/01/2018).

Baca juga  DPRD Tangsel: Perempuan Wajib Melibatkan Diri Di Dunia Politik

Menurutnya, dalam hal ini, pemerintah juga harus jeli dalam pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda). Karena tidak semua orang mengakui kalau dirinya terjangkit. Oleh sebab itu harus ada anggaran yang fokus menangani persoalan tersebut, untuk menghidupkan simpul-simpul masyarakat yang nantinya menjadi wadah konseling.

Baca juga  Bertandang ke DPRD Tangsel, Warga Villa Bintaro Indah Ajukan Tiga Permintaan

“Ini fenomena gunung es, kalau pemerintah turun langsung sebagai pemerintah. Tentu mereka tidak akan mau jujur, tapi kalau dilakukan pendekatan secara psikologis, kekeluargaan kita bisa mengetahui sejauh mana sih angka survei itu, karna itu kan berdasarkan laporan,” ujarnya.

Sekelas Kota Tangsel, sambung Taufik, penderita penyakit AIDS/HIV dianggap sudah cukup banyak. Sehingga upaya untuk mengaktifkan simpul-simpul masyarakat itu harus segera dilakukan.

“Dalam hal ini pemerintah harus betul-betul jeli,” tutupnya. (FN)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS