DPR Kritik Data Pangan Indonesia yang Selalu Bermasalah

SHARE:

DPR Kritik Data Pangan Indonesia yang Selalu Bermasalah
Ilustrasi.
Bom Bunuh Diri di Jeddah, Ini Kata Ketua DPR
Begini Kata DPR Soal Calon Komisioner Komnas HAM Terindikasi Kelompok Radikal
Inilah Filosofi Dibalik Arsitektur Gedung DPR dan Monumen Nasional

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Data pangan di Indonesia dari tahun ke tahun dinilai masih mengalami masalah. Data tersebut diragukan kebenarannya sebab dianggap sering berbeda antara yang tertulis dalam dokumen dengan kenyataan di lapangan.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IV DPR RI, Ichsan Firdaus di warung daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/7) kemarin.

“Dari tahun ke tahun data pangan selalu bermasalah. Mereka selalu bilang produksi kita selalu berlebih. Produktivitas selalu bilang kita berlebih beras dan jagung. Tapi di lapangan mana hasilnya? Nah hal ini yang kita perbaiki,” kata Ichsan.

Baca juga  Minta Kenaikan, Ini Perincian Detail Gaji dan Tunjangan DPR

Menurutnya, wajar saja jika pengambilan kebijakan pangan selama ini masih belum efektif, sebab datanya memang tidak valid. Karena itu, menurut Ichsan, pembenahan data pangan ini perlu segera dilakukan oleh Pemerintah.

“Bayangkan data pangan bermasalah subsidi yang disalurkan pemerintah 15%-20% berapa kerugian negara terhadap subsidi?” tukasnya.

Baca juga  Saksi Korupsi E-KTP Terpilih Jadi Ketua Pansus, Ini Kata KPK

Ichsan menyarankan Pemerintah untuk membuat sistem data yang terpusat. Sebab, dengan sistem ini, diharapkan hal-hal yang terkait kebijakan ekspor impor suatu komoditas pangan kedepannya bisa diambil dengan lebih cemat dan bisa menghindari kerugian.

“Mendorong data pangan kita benar karena potensi kerugian negara akibat ketidakakuratan data sangat besar,” tandasnya. (za/mi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS