WP-MagOne-728x90

Dituntut 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Alkes, Ratu Atut Memohon Keringanan Hukuman

SHARE:

Dituntut 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Alkes, Ratu Atut Memohon Keringanan Hukuman
Didakwa Korupsi, Choel Mallarangeng Mengaku Salah dan Siap Tanggung Konsekuensi
Bacakan Tuntutan Terdakwa Korupsi e-KTP, KPK: Setya Novanto Terlibat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam persidangan Pledoi-ny adi Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/7/2017), mantan Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim sebelum vonis dibacakan. Permohonan ini diminta karena alasan dirinya sedang menjalani hukuman dalam perkara lain.

“Saya mohon putusan yang seadil-adilnya dan saya sudah harus menjalani hukuman selama 7 tahun,” pintanya.

Alasan lain yang disampaikan adalah karena dirinya merasa sudah kooperatif dalam persidangan kasus pengadaan alat kesehatan di rumah sakit rujukan Dinas Kesehatan Banten ini. Ia juga mengaku kooperatif dalam kasus penyusunan anggaran tahun 2012, dan sudah mengembalikan uang suap.

Selain itu, Ratu Atut juga mengaku bahwa kesalah tidak semua bersumber dari dari inisiatif dirinya selaku pemimpin Provinsi Banten saat itu.

“Majelis hakim yang mulia saya mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan saya. Namun kesalahan tersebut bukan kesalahan yang saya rancang. Semua yang sudah disampaikan termasuk saat melakukan kegiatan keagamaan sudah disampaikan di persidangan oleh para saksi itu dapat menjadi pertimbangan yang mulia,” pintanya kembali.

Sementara Jaksa Penuntut Umum KPK mengaku akan tetap pada tuntutannya, yakni menuntut Ratu Atut dengan pidana penjara 8 tahun serta denda Rp 250 juta dengan subsider 6 bulan kurungan penjara.

“Kami tetap pada tuntutan kami semula. Dalam persidangan sebelumnya terdakwa sudah mengakui perbuatannya,” ucapnya. (ms)

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow