WP-MagOne-728x90

Dipuji Di Dunia Internasional, Tapi Dihujat Di Dalam Negeri

SHARE:

Dipuji Di Dunia Internasional, Tapi Dihujat Di Dalam Negeri
Menkopolhukam Wiranto dan Presiden Jokowi.
Pimpinan KPK Temui Presiden Jokowi di Istana, Ada Apa?
Presidium Alumni 212 Mengancam Lakukan Revolusi Jika Dialog GNPF-MUI dan Presiden Jokowi Keluar Jalur

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pemimpin satu-satunya di Indonesia yang kerap mendapat pujian di dunia internasional.  Sayangnya, di dalam negeri sendiri, perlakuan terhadap Jokowi justru terbalik, dipandang sebelah mata, dihujat di sana-sini.

Hal tersebut sebagaimana diterangkan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Ia menyebut Presiden Jokowi sering dihujat di Indonesia padahal di dunia internasional, pemimimpin Kabinet Kerja ini justru mendapat pujian berlimpah.

“Presiden Jokowi itu dipuji dunia internasional. Tapi di dalam negeri kok dihujat? Dibilang banyak utang, diktator, dan tidak demokratis,” ujar Wiranto saat membuka silaturahmi nasional Junior Chamber Internasional (JCI) Indonesia 2017 di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Dicontohkan Wiranto bagaimana Presiden Jokowi kerap mendapat pandangan negatif dari sejumlah masyarakat, seperti dalam upaya pemerintah membangun basis ekonomi nasional, yang tujuan utamanya untuk merealisasikan visi masyarakat adil dan makmur.

“Adil dan makmur itu sulit dicapai. Adil dalam kemakmuran itu tidak mudah. Setiap presiden selalu ingin menciptakan adil dan makmur. Pemerintah ingin membangun basis ekonomi baru, sementara ekonomi dunia sedang tidak begitu baik,” terangnya.

Hal inilah yang bagi Wiranto terus diupayakan oleh pemerintah melalui konsep Nawacita, seperti pembangunan daerah pinggiran dan pemerataan harga di Indonesia.

“Misalnya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di Wamena (Papua) saat ini tidak lagi jauh berbeda dengan harga BBM di Pulau Jawa. Sementara, pemerintah juga menggenjot pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan, termasuk pembangunan markas militer,” tandasnya.

Belum lagi terkait sinergi antara pengusaha dengan usaha mikro terus digenjot. Inilah yang menurut Wiranto adalah bukti bahwa pemerintah terus mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Dalam setiap rapat, presiden selalu mengingatkan, pangkas  izin yang tidak perlu. Percepat izin investasi yang berbulan-bulan. Kalau perlu sejam selesai,” pungkasnya.

Namun sayang, meski kinerja tersebut diakui oleh dunia internasional, tetapi masyarakat di dalam negeri sendiri sering memandang kinerja pemerintah ini sebelah mata. (MS)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow