Dimutasi ke Polri, Irjen Safaruddin Semakin Mantap Bertarung di Kaltim

SHARE:

Dimutasi ke Polri, Irjen Safaruddin Semakin Mantap Bertarung di Kaltim
(ilustrasi)
Safaruddin Tampil Bersahaja dalam Menyampaikan Ceramah Isra Mi’raj
Kapolda Kaltim Serukan Kebhinnekaan
Begini Fakta Seputar Istri Safaruddin, Renny Najamudin. Ternyata . . . .

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini telah melakukan rotasi kepada sejumlah perwira menengah dan perwira tinggi. Rotasi jabatan juga terjadi pada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin, pada Jum’at (05/01/2018).

Sebagaimana diketahui, Irjen Pol Safaruddin sudah menjadi orang nomor satu kepolisian di Kaltim selama 3 tahun. Ia termasuk salah satu calon terkuat yang digadang-gadang akan ikut bertarung pada pilkada Kaltim 2018. Selain sebagai pejabat yang bersih, jenderal bintang dua ini memiliki sejumlah prestasi dalam membangun kondusifitas di Kaltim dengan pendekatan yang berbeda dari yang lain.

Irjen Pol Safaruddin digantikan Brigjen Pol Priyo Widyanto, yang saat ini menjabat Kapolda Jambi. Mendapatkan telegram rahasia (TR) Kapolri Jenderal Tito Karnavian bernomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari 2018, Safaruddin menempati posisi baru sebagai pati Badan Intelkam Polri dalam rangka pensiun.

Baca juga  Kiprah Sang Jenderal, Dari Goweser Hingga Majelis Ta’lim

Dengan jabatan baru di Mabes Polri, ia justru merasa bahagia, sebab menurutnya hal tersebut akan semakin membuat dirinya untuk terjun bebas memajukan masyarakat Kaltim.

“Ya bagus. Saya mengharapkan segera mutasi, supaya saya nggak tanggungjawab sebagai penanggung jawab keamanan, Kapolda kan?” kata Safaruddin, Jumat (5/1) malam.

Ia juga ingin menepis penilaian banyak pihak, bahwa dia memanfaatkan jabatan untuk maju di Pilgub Kaltim 2018. “Jadi kalau saya dikasih rekomendasi PDIP kan saya sudah bebas, lebih lega kan? Selama ini kan ada kecurigaan saya salah gunakan wewenang segala macam,” pungkasnya.

Baca juga  Masih Terjadi Pungli, Kapolda Kaltim Akan Bertindak Secara Tegas

Jenderal lulusan akpol 86 ini, justru semakin bertanya, perihal penyalahgunaan wewenang seperti apa yang ditudingkan.

“Penyalahgunaan wewenang itu yang mana? Saya kira (penilaian) itu akan berakhir. Saya sudah tidak tanggung jawab keamanan dan bebas untuk siapkan diri, kalau memang dikasih rekomendasi oleh PDIP,” kata Safaruddin.

Hal yang perlu digarisbawahi ungkap Safaruddin adalah mutasi dia ke Mabes Polri, juga sambil menunggu masa pensiunnya.

“Jadi saya terima kabar mutasi itu hari ini, tadi sore. Saya kan memang sudah harus dimutasi, karena sudah mau pensiun Februari 2018 depan ini,” terangnya. (aw/me)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS