Diam-Diam BNN Tangsel Lakukan Tes Urin ke Sejumlah OPD

SHARE:

Diam-Diam BNN Tangsel Lakukan Tes Urin ke Sejumlah OPD
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diam-diam telah melakukan tes urine kesejumlah Organisasi Perangkat Daerah di Tangsel, (20/12)
Dinsos Berikan Pelayananan Sosial Di Pameran Pembangunan HUT Tangsel Ke-9 Tahun
Berkunjung ke Jepang, Disdikbud Kota Tangsel Dibuat Kagum dengan Pola Pendidikan Karakter
DBPR Kota Tangsel Gelar Bimtek Penyusunan Peta Tematik Kelurahan di Kecamatan Setu

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diam-diam telah melakukan tes urine kesejumlah Organisasi Perangkat Daerah di Tangsel.

Saat suaradewan.com berkunjung ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Tangsel di Lantai Satu Gedung Dua, nampak sejumlah anggota BNN Tangsel keluar dari ruangan dengan mengenakan kemeja putih dan membawa kotak boks yang berisikan sejumlah boks obat bertuliskan BNN.

“Iya, sudah berlangsung sejak minggu lalu tapi secara diam-diam. Datanya yang punya pak Soni, yang sudah Dinas Sosial (Dinsos dan Sekretariat Daerah (Setda),” kata Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Heri Istu saat dihubungi melalui sambungan Telephone, pada Rabu (20/12/2017).

Baca juga  Ini Senjata Canggih Milik BNN. Apa Saja Keunggulannya?

Sementara Sony Gunawan selaku Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Tangsel, saat ditemui di Ruang Lobby Lantai Satu Gedung Dua tersebut menuturkan, bahwa tes urine ini merupakan program BNN Tangsel yang sudah berjalan selama satu tahun lamanya.

Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Tangsel Sony Gunawan, saat ditemui di Ruang Lobby Lantai Satu Gedung Dua Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, (20/12)

“Ini deteksi dini OPD Tangsel, ini sifatnya hanya pembinaan, tes urine, dan berlangsung sudah satu tahun ini. Dari bulan Januari sampai Desember ini kita ada program tes urine ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tangsel,” ujar Sony Gunawan.

Baca juga  Gila! Transaksi Narkoba di Bogor Mencapai Rp 1,5 Milyar perhari

Sony pun menegaskan, bahwa hasil dari pelaksanaan tes urine tersebut nantinya tidak akan di ekspose karena bersifat sangat rahasia. Sehingga hasilnya pun hanya akan dilaporkan kepada pimpinan dari masing-masing dinas.

“Hasilnya nanti tidak diekspose tapi sifatnya sangat rahasia dan kita sampaikan ke pimpinan masing-masing. Setiap dinas kita hanya butuh waktu 1 hingga 1.5 jam, karena sifatnya hanya sampling saja, dan masing-masing dinas ada sekitar 55 orang yang dilakukan tes urine,” pungkasnya. (FN)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS