Di Tanah Daeng, Walikota Tangsel Tegas Katakan Smart City Sebuah Keharusan

SHARE:

Di Tanah Daeng, Walikota Tangsel Tegas Katakan Smart City Sebuah Keharusan
Ketua Apeksi dan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany
Dinas Pariwisata Tangsel Kembangkan 150 Pelaku Ekonomi Kreatif
Peringati Hari Lahir Pancasila, Airin Bacakan Sambutan Presiden RI

MAKASSAR, SUARADEWAN.com – Sebanyak 25 Kabupaten atau Kota terpilih sebagai Smart City hadir untuk melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi, di Tanah Daeng Makassar.

Kabupaten Kota tersebut, meliputi Tangerang Selatan, Semarang, Sleman, Singkawang, Makassar, Bogor, Tomohon, Bandung, Siak, Mimika, Gresik, Jambi. Sidoarjo, Bandung, Cirebon, Bekasi, Purwakarta, Sukabumi, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kota Tanggerang, Banyuasin, Pelalawan, Bojonegoro, dan Banyuwangi.

MOU Dilakukan oleh Walikota se-Indonesia

Pertemuan ini diprakarsai oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian PU, Kementerian PPN, Bappenas dan Kompas Gramedia.

Dalam sambutannya, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto menyampaikan, sekarang ini inti dari perubahan adalah soal kecepatan. Termasuk kecepatan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.

“Mau tidak mau, solusi teknologi harus digunakan untuk menghadapi tuntutan kecepatan ini, salah satunya dengan solusi smart city,” kata Ramdhan Pomanto.

Sementara, Walikota Tangerang Selatan yang juga selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Airin Rachmi Diany menerangkan, perwujudan smart city bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan.

“Kita melihat banyak peluang untuk menyelesaikan permasalahan secara efektif dan efisien, sesuai kewajiban pemerintah daerah dalam melayani masyarakat,” terang Airin.

Selain itu, Airin juga mengutip perkataan Presiden Jokowi dalam Musrenbang Nasional tentang Smart City.

“Dalam Musrenbang Nasional baru-baru ini, Presiden Jokowi menyatakan sekarang bukan lagi negara yang kuat melawan negara yang lemah, tetapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat,” ujar Airin.

Di tempat yang sama, Dirjen Aptika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengaku, untuk menyempurnakan sistem Smart City, Kemenkominfo melakukan pendampingan dan analisa kepada daerah yang telah melakukan MoU.

“Saat ini, sistem yang terapkan pemerintah daerah itu terlihat berbeda-beda. Nah, dengan perbedaan itu kami dari Kemenkominfo akan menyeragamkan sistem yang tujuannya lebih kepada pelayanan ke masyarakat,” terangnya. (fn)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow