Di Negara Ini Wanita Bercadar Akan Didenda Hingga Pemotongan Gaji

SHARE:

Di Negara Ini Wanita Bercadar Akan Didenda Hingga Pemotongan Gaji
Di Balik Penangkapan Para Pangeran Saudi
BNPT Bagi Ilmu Penanganan Terorisme ke Pemerintah Turki

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Parlemen Austria baru-baru ini telah menyepakati Kebijakan Larangan mengenakan cadar di muka umum. Bagi perempuan yang kedapatan mengenakan cadar akan dikenakan denda bahkan pemotongan gaji dari pemerintah.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengintegrasi kaum imigran pencari suaka (muslim) di Austria sebagaimana dilansir dari UPI. Selain itu, mereka juga diwajibkan menghadiri serangkaian kelas untuk membantu berintegrasi dengan masyarakat Austria.

Topik yang dibahas dalam kelas itu meliputi, pelajaran tentang norma sosial, belajar bahasa Austria, dan informasi lowongan pekerjaan serta bagaimana cara melamarnya.

Sama halnya dengan larangan memakai cadar, warga imigran yang tidak menghadiri kelas ini juga akan didenda sebesar $ 166 atau setara Rp 2 juta. UPI melaporkan, larangan ini memicu pertentangan keras dari kaum imigran yang didukung oleh partai-partai oposisi pemerintah.

Austria bukanlah satu-satunya negara yang melarang warganya menggunakan cadar di tempat umum. Ada kurang lebih 11 negara di Eropa yang terang-terang menerapkan larangan bercadar.

Seorang wanita bercadar berbicara di ponsel di sebuah kafe di Riyadh, Arab Saudi (6/10). (REUTERS/Faisal Al Nasser)

1. Perancis

Meski Prancis merupakan rumah bagi sekitar lima juta muslim, Prancis justru menjadi negara pertama yang melarang penggunaan cadar di muka publik. Hal tersebut meliputi burqa, niqab, dan kerudung di tempat umum. Pemerintah Prancis mengklaim larangan tersebut ditujukan untuk membantu mengintegrasi orang-orang. Tak hanya kerudung, syal dan sorban pun dilarang dipakai untuk pemeriksaan keamanan.

Aturan ini perlahan dimulai 2004, dengan pengawasan ketat atas simbol keagamaan di sekolah dikelola negara. Tapi April 2011, pemerintah melarang sepenuhnya pemakaian cadar di wilayah public. Baru setelah itu, negara-negara lain mulai menerapkan aturan serupa.

Prancis juga menjadi negara yang pertama kali menerapkan denda 150 € bagi yang menggunakan cadar, sementara siapa pun memaksa perempuan menutupi wajah bisa didenda € 30.000.

2. Belgia

Belgia mengikuti jejak Perancis dengan memperkenalkan larangan pemakaian cadar pada tahun 2011. Aturannya, melarang seseorang mengenakan pakaian mengaburkan wajah mereka di tempat umum. Perempuan tertangkap mengenakannya dapat dipenjara hingga tujuh hari atau dipaksa untuk membayar denda sekitar € 1.300. Pemerintah Belgia mengklaim menutup wajah tidak sesuai dengan aturan hukum.

Pada Desember 2012, Mahkaman Konstitusi Belgia menolak pemohonan larangan untuk dibatalkan dan memutuskan bahwa hal itu tidak melanggar hak asasi manusia.

Sebelum hukum disahkan, burka sudah dilarang di beberapa distrik di bawah undang-undng lokal lama untuk menghentikan orang-orang menutupi wajah mereka dengan topeng di acara karnaval.

Warga Belgia Memprotes Kebijakan Pelarangan Burqa

3. Belanda

Tahun 2015, Belanda menyetujui larangan pemakaian cadar di sekolah-sekolah, rumah sakit dan transportasi umum. Jadi larangannya bukan secara total di depan umum, tapi dalam “situasi atau lokasi tertentu“. Pelarangan di kawasan tertentu itu dikenakan Belanda untuk alasan keamanan.

Pada November 2016, anggota parlemen Belanda mendukung larangan penggunaan cadar Islam di tempat-tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, dan transportasi umum. Niqab dan burka, kerudung yang menutupi wajah, termasuk dalam larangan bersama dengan penutup wajah, seperti ski-masker dan helm.

Agar larangan tersebut menjadi hukum, Senat Belanda harus menyetujui rancangan tersebut. Perdana Menteri Mark Rutte yang berkuasa dengan koalisi Liberal-Buruh menjelaskan dalam RUU akan mendenda pelanggar sebesar 410 euro.

Larangan yang diusulkan mencerminkan pengaruh anti-Islam Geert Wilders dari Partai Kebebasan yang pada waktu itu terbesar ketiga di parlemen dan merupakan sekutu minoritas pemerintahan koalisi.

Sekitar 5 persen dari 16 juta penduduk Belanda adalah Muslim. Namun, hanya sekitar 300 wanita yang mengenakan burka dan niqab. Wanita yang mengenakan jilbab jauh lebih umum

4. Italia

Menutup wajah menggunakan burqa di muka umum telah dilarang di Italia sejak tahun 1970 karena masalah keamanan. Meski hukum tidak ditegakkan secara nasional, tapi pemerintah secara teratur memperluas pemberian hukuman khusus pada perempuan yang mengenakan burqa, niqab, atau pakaian yang menutupi wajah.

Pada tahun 2010, Kota Novara memberlakukan pembatasan itu- meskipun saat ini belum ada ketetapan sistem denda mengenainya. Di beberapa Negara bagian Italia, pemerintah setempat telah melarang ‘burqini’.

Di wilayah Lombardy Italia, larangan burka disepakati pada Desember 2015 dan mulai berlaku pada Januari 2016.

Pada 2014, politisi lokal di Italia utara membangkitkan hukum ketertiban umum lama terhadap pemakaian masker, untuk menghentikan wanita mengenakan burka.

5. Spanyol

Kota Barcelona adalah satu dari sekian kota (distrik katalunya) di Spanyol yang melarang penggunaan jilbab, burqa dan niqab di tempat-tempat umum. Aturan tersebut berlaku sejak tahun 2010. Sejumlah kota kecil di Spanyol juga melarang kaum Muslim menggunakan penutup wajah dengan alasan hukum.

Pada tahun 2013, Mahkamah Agung membatalkan larangan di beberapa negara bagian, dengan alasan bahwa hal itu “membatasi kebebasan beragama”. Tapi beberapa wilayah lain tetap memberlakukannya, berdasar ketetapan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia ECHR yang menyatakan pelarangan jilbab tidak melanggar HAM.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow