Demonstrasi Antipemerintah di Iran Berlangsung Selama Sepekan, 3700 Orang Ditangkap

SHARE:

Demonstrasi Antipemerintah di Iran Berlangsung Selama Sepekan, 3700 Orang Ditangkap
Mahasiswa Iran terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian saat menggelar demonstrasi antipemerintah di Universitas Teheran di Teheran, Iran, pada 30 Desember 2017.
Parlemen Iran Puji Indonesia Sebagai Contoh Bagi Negara Islam
Digempur AS dan Sekutu, Rusia dan Iran Bela Suriah
Tokoh Muhammadiyah: Banyak Berita Tentang Iran dan Syiah Tidak Sesuai Fakta

TEHERAN, SUARADEWAN.com — Sebanyak 3.700 orang telah ditangkap oleh pihak berwenang di sejumlah kota di Iran selama gelombang demonstrasi antipemerintah. Demonstrasi yang berlangsung selama sepekan itu turut diwarnai dengan kerusuhan.

Jumlah penangkapan ini diungkap oleh seorang anggota parlemen Tehran, Mahmoud Sadeghi, melalui kantor berita ICANA yang dikelola negara, pada Selasa (9/1). Angka ini cukup mengejutkan karena jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

“Pasukan keamanan dan intelijen secara berbeda menahan para demonstran, sehingga sulit untuk mengetahui jumlah pastinya,” kata Sadeghi, dikutip Aljazirah.

Sebelumnya baru 1.000 orang yang dilaporkan ditangkap dalam demonstrasi besar-besaran sejak 28 Desember lalu itu. Kekerasan dalam unjuk rasa tersebut telah menyebabkan sedikitnya 22 orang tewas.

Baca juga  Jabat Tangan Dengan Bukan Muhrim, Anggota Parlemen Ini Dipecat

Baca juga: Tak Mau Kebebasan Terbungkam, Kaum Perempuan Iran Gagas Gerakan Lepas Jilbab

Demonstrasi dengan cepat menyebar ke lebih dari 80 kota dan pedesaan di akhir bulan lalu. Ribuan pemuda dan kalangan pekerja di Iran menyuarakan kemarahan mereka pada praktik korupsi, pengangguran, dan kesenjangan yang mendalam antara yang kaya dan yang miskin.

Baca juga  Tokoh Muhammadiyah: Banyak Berita Tentang Iran dan Syiah Tidak Sesuai Fakta

Mereka juga mengeluhkan kebijakan luar negeri Iran dan bantuan dana Iran untuk Suriah, Lebanon, dan Gaza. Unjuk rasa dimulai di Kota Masyhad, kota terbesar kedua di Iran, pada 28 Desember sebelum menyebar ke kota-kota lain.

Pihak berwenang Iran telah menuduh AS, Israel, dan Arab Saudi terlibat dalam mendalangi demonstrasi anti-pemerintah ini. Pemerintah Iran kemudian membatasi akses media sosial Instagram dan Telegram sebagai tindakan pengamanan. (INT)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS