WP-MagOne-728x90

Demi Infrastruktur Produktif, Pemerintah Terpaksa Harus Kembali Menambah Utang Negara Tahun Ini

SHARE:

Demi Infrastruktur Produktif, Pemerintah Terpaksa Harus Kembali Menambah Utang Negara Tahun Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Ungkap Sindikat Narkoba Asal Belanda, Sang Pengendali Ternyata Seorang Napi Lapas Nusakambangan
Menkeu: Indonesia Ingin Menjadi Anggota FATF

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan bahwa utang negara mau tidak mau harus ditambah di tahun ini. Langkah ini demi pembangunan infrastruktur yang produktif, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Kita akan terus mengelola dan meyakinkan agar utang tersebut betul-betul dilakukan untuk hal-hal yang sifatnya produktif,” terang Sri dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Adapun alasan utama mengapa negara harus mengambil kebijakan tentang utang ini, tidak lain bersumber dari menimnya pendapatan pajak di tahun 2017 ini. Itu sebabnya Indonesia masih harus berutang, terlebih ada sejumlah belanja pemerintah yang tidak bisa ditunda tersebut.

Meski demikian, bertolak dari defisit anggaran negara hari ini yang hampir menyentuh batas 3 persen, utang tersebut akan pemerintah anggarkan dengan patokan di level 2,92 persen.

“Itu ada bukti bahwa pemerintah akan terus menjaga agar defisit dengan demikian utang akan terus dikelola secara hati-hati dan bijaksana,” tandasnya.

Sebelumnya, di tahun 2016 lalu, pemerintah sudah melakukan langkah penghematan anggaran. Dan langkah ini akan terus dilanjutkan di tahun 2017 ini sehingga rasio utang tidak akan melonjak melebih 30 persen dari PDB.

“Dengan demikian, ia (utang tersebut) akan meningkatkan potensi ekonomi sehingga tidak menimbulkan risiko untuk pembayaran kembali di masa yang akan datang,” pungkas Sri.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow