Darurat Narkoba, Jokowi Meminta Agar Pengedar Narkoba Ditembak, Begini Syaratnya

SHARE:

Darurat Narkoba, Jokowi Meminta Agar Pengedar Narkoba Ditembak, Begini Syaratnya
Presiden Jokowi di Mukernas PPP, Ancol, Jumat (21/7)
Polisi Gagalkan Penyeludupan 1 Ton Sabu oleh 4 WN Taiwan
Tersangka yang Tertembak Mati di Muara Karang Ternyata Warga Taiwan
Melakukan Perlawanan, Pengedar Sabu 500 Kilogram Tewas di Tembak

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mengeluarkan pernyataan keras soal darurat narkoba. Hal tersebut ia sampaikan di depan ratusan kader PPP. Dalam acara itu, Jokowi meminta pihak kepolisian untuk menembak pengedar narkoba yang melawan aparat penegak hukum.

“Sedikit melawan, sudah ditembak saja. Jangan beri ampun kepada mereka karena Indonesia dalam posisi dirugikan. Kita betul-betul sudah dalam darurat narkotika,” kata Presiden Jokowi di Mukernas PPP, Ancol, pada Jumat (21/7).

Baca juga  Otak Perampokan Sadis di Daan Mogot Ditembak Mati

Perlu diketahui, bahwa pernyataan Jokowi tersebut merespon pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy ketika membicarakan bahaya narkoba di Mukernas. Romahurmuziy menuturkan, berdasarkan data yang ia miliki, menunjukkan ada sekira 5 juta pengguna narkotika di Indonesia dengan angka kematian olehnya 50 orang per harinya.

Baca juga  Tersangka yang Tertembak Mati di Muara Karang Ternyata Warga Taiwan

Sementara Jokowi sendiri, sebagai seorang Presiden RI sudah beberapa kali menunjukkan sikap tegasnya, perihal penindakan perkara narkoba. Jokowi bahkan mendukung eksekusi mati terhadap terpidana narkoba. Namun, mempertimbangkan moratoriumnya apabila ada desakan dari masyarakat. (fn/te).

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS