Daftar 18 Perempuan Yang Mengaku Sebagai Korban Aksi Tidak Senonoh Donald Trump

SHARE:

Daftar 18 Perempuan Yang Mengaku Sebagai Korban Aksi Tidak Senonoh Donald Trump
Presiden Trump dan Melania berciuman setelah melewati barisan tentara di Pangkalan Udara Osan, Pyeongtaek, Korea Selatan, (7/11). Trump melakukan kunjungan ke lima negara Asia Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam dan Filipina. (AP Photo / Andrew Harnik)
Trump Hilangkan Tradisi Jamuan Makan Malam Menyambut Idul Fitri
Hary Tanoe, Dari Bisnis Ke Politik

WASHINGTON, SUARADEWAN.com – Tiga perempuan yang mengklaim telah menjadi korban pelecehan seksual atau aksi tidak senonoh yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mendesak agar Kongres AS segera melakukan investigasi atas dugaan skandal tersebut.

Samantha Holvey, Jessica Leeds dan Rachel Crooks — yang turut merangkum klaim serupa dari belasan perempuan lain — juga meminta agar Trump bertanggung jawab atas dugaan skandal tersebut. Demikian seperti dikutip oleh Time, Kamis (14/12/2017).

Dugaan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh Presiden Trump kembali mencuat di tengah kasus serupa yang dilakukan para pria ternama dalam dunia politik dan hiburan.

Sebut saja, bos salah satu rumah produksi perfilman Holywood, Harvey Weinstein; Senator AS dari Partai Demokrat, Al Franken; dan Senator AS dari Partai Republik, John Conyers. Mereka semua — ketika skandal pelecehan seksual menerpa — mendapat hukuman dan kehilangan pekerjaannya dari bidang yang ditekuni masing-masing.

Maka, ketika dugaan skandal yang merundung Donald Trump mencuat, Crooks Cs sangat menyayangkan bahwa sang presiden tidak mendapatkan ‘sanksi’ yang serupa Weinstein, dkk.

“(Presiden Donald) Trump, mampu lepas dari jerat itu (dugaan kasus pelecehan seksual) tanpa jejak,” kata Crooks.

Trump sendiri telah berkali-kali membantah tuduhan tersebut.

“Klaim keliru tersebut telah berkali-kali mencuat sejak kampanye pilpres AS 2016 tahun lalu. Waktu akan berbicara banyak pada klaim palsu dan absurd itu dan akan semakin memperjelas motif politik di baliknya,” kata sang presiden dalam sebuah pernyataan tertulis.

Tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Trump kembali mendapat perhatian baru-baru ini, setelah gerakan tagar #MeToo marak digunakan di sosial media oleh ribuan perempuan kala menceritakan pengalaman mereka sebagai korban.

Mengomentari gejolak tersebut, Nikki Haley, Dubes AS untuk PBB — yang juga seorang perempuan — mengatakan bahwa suara para kaum hawa yang mengklaim menjadi korban pelecehan seksual oleh Trump, wajib didengar.

Berikut, 18 perempuan yang angkat suara dan mengklaim menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Donald Trump.

1. Jill Harth

Donald Trump with Jill Harth in 1992. Credit George Houraney

Harth, seorang pakar rias, mengajukan gugatan hukum pada 1997, mengklaim bahwa Donald Trump memaksa untuk berhubungan seksual dengan dirinya. Perlakuan yang sama dari Trump juga diterima oleh Harth pada 1993 di Mar-a-Lago, resor mewah sang miliarder nyentrik di Florida.

Pada 2016, kepada media Inggris The Guardian, Harth juga mengaku bahwa Trump menyentuhnya di bagian tubuh yang tak pantas dalam sebuah pentas kecantikan pada 1992.

Namun, gugatan Harth dibatalkan pada 1997, setelah kekasihnya, George Houraney mengajukan gugatan hukum soal bisnis kepada Trump.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow