Coffee Morning dan Deklarasi Damai Masyarakat Kalbar

SHARE:

Coffee Morning dan Deklarasi Damai Masyarakat Kalbar
Warga Kalbar Gelar Deklarasi Damai di Mapolda Kalbar, Cornelis dan Oso Juga Hadi
Datangi DPD RI Dirut PLN Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Listrik
Model Rekrutmen Akan Diganti, Sebab DPD RI Dinilai Minim Pengetahuan Tentang Daerah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Coffe Morning menjadi satu ajang masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya. Tujuannya cukup efektif, yakni sebagai upaya menangkal segala bentuk provokasi dari luar melalui penebaran isu-isu SARA.

Bertempat di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Mapolda Kalbar), agenda yang berlangsung pada Rabu (17/5/2017) ini dibuka langsung oleh Kapolda Kalbar. Turut hadir di dalamnya, yakni Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH, Pangdam XII TPR, Wakapolda Kalbar, PJU Polda Kalbar, Ketua DPRD Prov Kalbar M Kebing.

Hadir pula perwakilan DPD RI Dr. H. Oesman Sapta, serta wakil paguyuban, tokoh masyarakat dan agama, tokoh adat, pemuda, dan media massa yang berjumlah sekitar 70 orang.

“Kami berterima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir serta kepada Ketua DPD RI DR. H. Oesman Sapta yang turut hadir dalam kegiatan deklarasi perdamaian,” kata Kapolda Kalbar dalam sambutannya.

Keterangan yang kami terima dari pihak penyelenggara, momentum ini sekaligus menjadi wadah Penandatanganan Deklarasi Damai Masyarakat Kalbar. Deklarasi ini diprediksi akan menurunkan eskalasi kerawanan gangguan kamtibnas dan dapat meredam munculnya upaya provokasi yang ingin ciptakan instabilitas di Kalbar.

Apalagi menjelang Pekan Gawai Dayak dan datangnya bulan suci Ramadan, agenda ini dirasa cukup relevan, setidaknya memicu upaya masyarakat untuk me-monitoring dan mendeteksi secara dini terhadap dinamika situasi di Kalbar guna mengantisipasi hal-hal yang diinginkan terjadi itu.

Adapun isi dari Deklarasi Damai Masyarakat Kalbar, di bawah ini kami lampirkan:

Deklarasi Damai Masyarakat Kalbar

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mewakili tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh ormas, setelah mencermati adanya potensi konflik sosial yang dapat menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan di masyarakat yang berkepanjangan bagi rakyat, maka dengan hati yang tulus dan ikhlas bersepakat:

  1. Menghentikan semua bentuk perselisihan, fitnah dan hasutan.
  2. Saling menghormat dan menghargai serta mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat guna terwujudnya kerukunan dan kedamaian.
  3. Menghormati dan menaati peraturan perundang undangan yang berlaku serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  4. Membangun komitmen bersama dalam menangkal dan melawan setiap bentuk provokasi serta upaya memecah belah persatuan.

Demikian kesepakatan ini kami buat dengan penuh kesadaran serta hati yang tulus dan ikhlas untuk dijalankan. (ms)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow